Menelisik Kasus Dedi Aswida Dugaan “ Makelar Kasus “Merangin

298
TAMPILAN : Tampak potret tampilan Dedi Aswida (menggunakan peci haji,red saat akan menerima uang dari korban, yang disaksikan paman salah satu korban IRT. Foto Istimewa ini, diabadikan salah satu IRT yang menjadi korban penipuan secara sembunyi - sembunyi saat akan terjadinya penyerahan uang Rp 50 Juta..

            KAMI orang bodoh, tak punya banyak relasi orang hebat. Tapi kami ingin suami kami cepat keluar dari balik jeruji besi.  Lihatlah kondisi kami saat ini, jangankan untuk beli pakaian, untuk makan sehari – hari pun kami kesulitan. Dan mirisnya, kok  tega banget itu Dedi Aswida menipu orang  sulit seperti kami,”  Beberapa penggal kalimat diatas, merupakan ungkapan kepedihan hati  Nofi (34), salah satu dari dua IRT yang terperangkap permainan Dedi Aswida dalam dugaan penipuan ber-aroma Makelar Kasus Alias (Markus)

      NOVA DIANSYAH (Chatur) –MERANGIN

BAGI sebagian warga yang hidup serba berkecukupan, uang  Rp 50 Juta mungkin tidaklah terlalu berarti.  Dan kondisi  tersebut berbanding terbalik, dengan apa yang dirasakan Nofi (34),  dan Desi (34), kedua IRT yang suami keduanya tersandung dalam kasus jual beli hewan trenggeling di Merangin, beberapa waktu lalu.

Keinginan agar kedua suami mereka lepas dari  jeratan hukum, membuat kedua IRT yang  hidup serba kesulitan ini, nekat meminjam dana masing masing Rp 25 Juta, dengan harapan kedua suami mereka bisa benar benar bebas.

Kenekatan keduanya untuk meminjam dana yang tak sedikit itu,  bermula dari perkenalan mereka terhadap dua oknum anggota TNI berinisial JE dan ED. Lewat obrolan dengan dua oknum TNI tersebut,  terungkaplah satu nama Dedi Aswida yang dikenal banyak orang, cukup dekat dengan Kapolres Merangin AKBP Aman Guntoro.

Keyakinan kedua IRT tersebut semakin menjadi – jadi, saat bertemu dengan Dedi Aswida di hotel family Inn. Selain tampilan gaya Dedi Aswadi yang nampak relegi, Dedi Aswida  juga  sempat memperlihatkan  foto kedekatanya dengan Kapolres Merangin, dalam sebuah momen.

“ Melihat itu semua, saya yakin  mas, dia bisa membantu melepaskan suami kami berdua. Makanya saat Ia minta uang hari itu juga kalau tidak salah hari itu hari Jum’at, kami tak meragukanya,” Jelas Nofi yang diamini Desi yang juga korban  penipuan Dedi.

Waktu terus berjalan, namun kabar  baik kedua suami IRT tersebut akan  keluar dari  hotel prodeo tak juga terdengar.  Malah dari pengakuan kedua IRT tersebut, kabar yang terdengar justru suami mereka  akan dipindahkan ke Lapas Bangko.

“ Kami bingung, bukannya suami saya keluar penjara, namun justru suami kami terdengar kabar akan dipindahkan ke Lapas Bangko. Ini bagaimana jadinya,” Tambah Desi penuh rasa bimbang saat itu.

Karena tak kunjung mendapat kejelasan dari Dedi Aswida sementara itu Rp 50 Juta sudah dibawah Dedi Aswida, kedua IRT  yang sudah merasa ditipu mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH), kawasan tak jauh dari  SPBU Bangko, atau simpang Pengadilan Negeri KM 2 .

“ Iya itu tadi, karena memang tak kunjung ada kejelasan dari Dedi,  hingga Telepon genggamnya pun tak kunjung diangkat, membuat kami berkesimpulan kami sudah ditipu Dedi. Makanya kami mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) itu,” Ungkap Nofi lagi.

Lewat LBH tersebut tambah Nofi, pihaknya melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Merangin, Senin, (15/5), sekitar pukul 15.00 WIB. “ Kami minta aparat dapat mengusut tuntas kasus ini.  Kami ini, orang susah, kalau Dedi tidak bisa bantu kami untuk mengurus kasus ini, iya pulanginlah uang kami.  Tak hanya itu, selain mengambil uang Rp 50 Juta,  Dedi Aswida juga sempat meminta uang kembali senilai Rp 6 Juta,” Jelasnya.

Menariknya dari kasus ini, kendati berbagai data  sudah cukup banyak digelontorkan melalui berbagai investigasi yang dilakukan jejakjambi.com, namun Dedi Aswida tetap “keukeh” menyangkal telah menerima dana Rp 50 Juta dari kedua IRT tersebut.

” Kalau Rp 6 juta itu ada, tapi kalau Rp 50 Juta itu tidak ada. Uang  Rp 6 Juta yang saya terima sebagai jasa saya dalam mengurus kasus tersebut, meskipun faktanya saya gagal membuat kedua suaminya keluar dari balik jeruji besi,” Kata Dedi beberapa waktu lalu, saat dibincangi.

Bahkan atas tudingan kedua IRT tersebut, membuat Dedi berencana  akan membuat laporan balik terhadap kedua korban, yang dianggapnya telah mencemarkan nama baiknya .”  Saya akan lapor balik kok kasus ini,” Tegas Dedi.

Sementara itu, Abu Djaelani yang tak lain  kuasa hukum kedua IRT atas kasus dugaan penipuan tersebut, mengaku siap mengawal kasus klienya tersebut hingga tuntas .” Termasuk dia (Dedi Aswida,red) akan lapor balik, kita siap kok. Iya lapor saja,  saya siap hadapi laporanya. Jangan cuma ngomong doang ,” Tukas Abu .   Dari ulasan ringan tersebut, muncul pertanyaan mungkinkah kasus ini,akan sampai ke meja hijau. Kita tunggu saja perkembanganya? (*)

 







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here