Melirik Keberadaan Geopark Kebangaaan ‘Wong Merangin’

139
GEOPRAK : Salah satu titik lokasi geoprak Merangin/foto jejakjambi.

“Berlian Itu Sudah Ada di Depan Mata, Jangan Disia-siakan”

          MENAKJUBKAN. Itu, kata pertama yang akan terlontar jika melihat geoprak yang ada di Bumi Merangin, tepatnya Desa Air Batu, dan Dusun Baru, Kecamatan Renah Pembarap, Merangin, Jambi. Disisi lain, justru kata ‘Manangis’  yang terlontar,  melihat kondisi wisata alam, lewat daya tarik fosil flora yang berusia tak kurang dari 395 Juta tahun ini, sepertinya masih belum begitu dimaksimalkan Pemkab Merangin, untuk menjadi aset wisata alam kebanggaan wong Merangin. Benarkan demikian. Berikut hasil penelusuran jejakjambi.com

Chatur – Merangin

ADA berlian didepan mata, beberapa penggal kalimat terdepan, tak berlebihan jika ditujukan pada keberadaan geoprak Merangin. Fosil flora yang berusia tak kurang dari 395 juta tahun dan terdampar dikawasan tersebut, dipastikan akan menjadi magnet tersendiri bagi para pelancong maupun wisatawan lokal, hingga mancanegara sekalipun, jika berbagai akses dan fasilitas dikawasan tersebut, bisa cepat ‘disulap’ Pemkab Merangin menjadi kata memadai, untuk dikunjungi.

Tak hanya itu, banyaknya pelancong yang akan melihat secara langsung keindahan alam wisata setempat, juga dipastikan akan mendongkrak per-ekonomian warga setempat. Dengan menjajahkan berbagai fasilitas hingga pernak – pernik hasil kerajinan tangan warga yang dieksplore sedemikian rupa, perlahan namun pasti kondisi ekonomi warga setempat akan semakin membaik.

“ Kami bangga tinggal dikawasan geoprak ini. Dan  saya sendiri sebagai warga asli disini, dan sudah tinggal tak kurang dari 30 tahun, tentu sudah menjadi kewajiban saya bersama warga lainnya, untuk menjaga kekayaan alam berupa geoprak yang dimiliki Merangin ini,” Timpal Udin (30), salah satu tokoh masyarakat setempat bertutur bangga saat dibincangi jejakjambi.com baru – baru ini.

Andai saja lanjut Udin, kawasan ini dijadikan kawasan wisata kebangaaan Merangin, tentu warga yang tinggal disini akan turut serta ketiban rezeki,  lewat ramainya wisatawan yang berkunjung.” Makanya kami sangat berharap agar Pemkab Merangin bersama wakil rakyat Merangin, bisa bahu – membahu untuk menjadikan kawasan geoprak Merangin menjadi kawasan wisata Merangin yang membanggakan.  Karena jika itu benar terjadi, selain Pemkab Merangin akan mendapatkan pasokan Pendapatan Asli Daerah (PAD), per-ekonomian warga disini pun akan sangat terbantu. Setidaknya itu harapan kami terhadap Bupati Merangin secara khusus dan Pemprov Jambi secara umum,” Urai Udin penuh harap.

Tak berbeda dengan peryataan Udin,  salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) setempat yang belakangan diketahui bernama Sulastri (39) mengatakan, kendati keberadaan geoprak Merangin masih belum diakui dunia, namun geoprak Merangin menjadi salah satu kawasan geoprak di Indonesia yang sudah diakui keberadaanya dinegeri ini.

“ Ini sebuah anugerah yang tak ternilai harganya. Artinya, berlian itu sudah ada didepan mata, jangan di sia-siakan ,” Timpalnya sedikit berumpama.

Sepengetahuanya, kendati pemkab Merangin masih begitu belum memprioritaskan kawasan tersebut disulap jadi kawasan wisata primadona Merangin, namun upaya untuk memperkenalkan wisata geopark Merangin sudah cukup sering dilakukan Pemkab Merangin.

“ Pernah di-era Bupati Merangin Rotani Yutaka sempat digelar event arung jeram di sini, dan baru sekarang ini geoprak Merangin kembali dikunjungi, lewat event pesona wisata nasional geopark Merangin.

“ Sekali lagi kami warga disini, akan sangat mendukung jika Pemkab Merangin akan menjadikan wisata alam ini, menjadi wisata kebangaan Merangin,” Ucap IRT Sulastri.

Apa yang sebenarnya menjadi alasan Pemkab Merangin masih belum memaksimalkan kawasan geoprak Merangin menjadi wisata kebangaan wong Merangin? Ditempat terpisah Ir Dedi Darmantias yang dipercaya sebagai Kadis Pariwisata Pemuda &  Olahraga Merangin saat coba dikonfirmasi mengatakan,  jika apa yang dilakukan Pemkab Merangin dengan menggelar festival pesona nasional geoprak Merangin ini, merupakan salah satu upaya Pemkab Merangin untuk terus mempromosikan geoprak Merangin secara nasional, maupun dunia.

” Lewat berbagai promosi yang kita lakukan, mudah – mudahan kedepan keberadaan geoprak Merangin, bisa diakui dunia lewat United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNISCO). Nah, jika UNISCO sudah mengakui,  maka tinggal lagi Pemkab Merangin cepat berbenah hingga memaksimalkan keberadaaan wisata geoprak Merangin ini. Perlahan mudah – mudahan wisata geoprak ini, akan kita maksimalkan,” Ucap Dedi penuh keyakinan.

Sekedar untuk diketahui, pengertian dari geoprak sendiri tak lain, kawasan yang memiliki unsur geologi, di mana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya.

Sedangkan istilah geopark merupakan singkatan dari “Geological Park” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Taman Geologi atau taman bumi. (*)
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here