Masyarakat Wajib Sadar Pajak

200
Ilustrasi/Ist

MASALAH pajak tidaklah sederhana, bukan hanya sekedar memberikan sebagian penghasilan atau kekayaan seseorang kepada negara. Hal ini menjadi tantangan bagi otoritas pajak di negeri ini.

Direktorat Jenderal Pajak di bawah Kementerian Keuangan terus bekerja keras meningkatkan kesadaran pajak masyarakat untuk mencapai target penerimaan pajak, dan pada akhirnya mencapai kemandirian APBN.

Direktorat jenderal pajak mengajak masyarakat agar lebih sadar tentang pajak. Direktur jenderal pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan, kesadaran itu akan berujung pada kepedulian masyarakat membayar pajak. Dengan demikian, akan lebih banyak wajib pajak orang pribadi (WPOP) yang membayar pajak.

Salah satu upaya terbesar yang pernah dilakukan adalah melalui reformasi perpajakan pada tahun 1984 dengan berlakunya self assessment system.

Menurut Undang-Undang (UU), tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan, prinsip self assessment  dalam pemenuhan kewajiban perpajakan adalah wajib pajak dapat menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak yang terutang sendiri, sehingga penentuan besarnya pajak yang terutang dipercayakan pada wajib pajak, baik badan maupun orang pribadi.

Oleh karna-nya, membangun kesadaran membayar pajak berarti mendorong masyarakat untuk patuh secara sukarela dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Perpajakan yang mendorong Wajib Pajak untuk patuh dapat kita lihat di negara-negara Skandinavia. Negara seperti Swedia, Denmark, Finlandia, dan Norwegia memiliki tax ratio yang sangat tinggi meskipun tarif pajak yang berlaku di negara tersebut tergolong tinggi.

Di Denmark misalnya, menjadi salah satu negara dengan pajak tertinggi di dunia. Dalam setiap bulan rata-rata 45 persen penghasilan warga Denmark dipungut untuk membayar pajak. bahkan untuk pekerja dengan penghasilan di atas 61.500 Euro sampai 67.000 Euro, pajak yang dipungut Hal itu karena besarnya pajak sebanding dengan fasilitas yang didapatkan oleh masyarakat seperti fasilitas pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Pajak yang telah diterima oleh pemerintah juga digunakan untuk pembangunan segala bidang, sehingga diharapkan pembangunan dapat merata dan masyarakat hidup sejahtera.

Melalui pajak juga pemerintah dapat mengatur kegiatan ekonomi untuk mengatasi tingkat inflasi. Selain itu, pajak juga mampu mendorong investasi. Pajak digunakan untuk menghimpun dana bagi negara yang digunakan untuk membiayai pengeluaran negara.

Memang dalam membayar pajak tidak langsung mendapatkan balas jasa namun tanpa kita sadari kita juga dapat merasakan manfaatnya. Mari meningkatkan kesadaran terhadap perpajakan di Indonesia. Jika kita tidak memiliki kesadaran dalam pajak, bagaimana negara kita akan maju? Jadi ayo sama-sama kita bangun negeri ini dengan sadar terhadap pajak. (*)

Penulis & Sumber : Afani Rowulan, Mahasiswa Fakultas Hukum Jambi 

 

 



















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here