Mantap Jiwa…! Saksi Ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail Bantah Hasil BAP, Juga Ngaku Tidak Tahu Ada Penganggaran Pajero Sport,,, Ups Ada Konspirasi Apa Iya?

43
SIDANG : Suasana berlangsungnya sidang kasus pajero sport/foto dokumen jejakjambi.com

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Sidang kasus dugaan korupsi lewat pengadaan mobil mewah ‘pajero sport’ APBD Merangin 2015, dengan terdakwa Darmawan (mantan bendahara Sekretariat DPRD Merangin,red) kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN), Tipikor Jambi, Senin, (9/10), atau sekitar pukul 11.00 WIB.

Agenda sidang kali ini, terbilang cukup luar biasa. Hal tersebut, lantaran dua petinggi DPRD Merangin Zaidan Ismail yang tak lain ketua DPRD Merangin, maupun Isnedi yang tak lain wakil ketua DPRD Merangin turut dihadirkan sebagai saksi oleh  Jaksa Penuntut Umum (JPU), dibawah pimpinan Roy Charles.

Selain kedua pentolan DPRD Tersebut, juga hadir tiga saksi lainnya, yang tak lain  Toro dan Jamal sebagai panitia penerima barang, dan M Isa sebagai penataan aset pada sekretariat DPRD Merangin.

Fakta persidangan yang berhasil dihimpun jejakjambi.com, dari hasil persidangan dibawah pimpinan ketua majelis hakim Khairulludin, didampingi dua hakim lainnya Erika Sari, dan Edi Istanto, dua saksi yang  dihadirkan, baik Ketua DPRD Merangin Zaidan dan wakil ketua DPRD Merangin Isnedi, cukup menyita perhatian para pengujung sidang.

Pasalnya, saat sang ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail menjalani persidangan sebagai saksi, berbagai pertanyaan Ketua Majelis Hakim maupun JPU, nyaris disangkal sang ketua DPRD Merangin, dengan kata – kata secara umum, tidak tahu.

Diantaranya, terkait adanya pertemuan antara saksi Zaidan Ismail,  saksi Isnedi dan terdakwa Darmawan di Rumah Dinas (Rumdis) ketua DPRD Merangin tertanggal 20 Desember 2015, guna membahas pembayaran pengadaan pajero sport tersebut, lantaran Nasution sebagai Pengguna Anggaran (PA), enggan menandatangani Surat Perintah Membayar (SPM), dalam pengadaan pajero sport itu.

” Kalau Coffee Morning itu ada, antara saya dengan wakil ketua DPRD Merangin Isnedi, maupun terdakwa Darmawan saat itu, tapi kalau pembahasan soal pembayaran anggaran pajero sport, itu tidak ada,” Sangkal ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail, dalam persidangan.

Hal lain yang cukup menarik dari kesaksian Zaidan Ismail, dirinya pun justru mengaku tidak tahu jika ada pengaanggaran mobil pajero sport pada APBD Merangin 2015. ” Saya tidak tahu itu dianggarkan mobil pajero sport tersebut,” Sangkalnya lagi.

Bahkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dari pihak kepolisian yang dilakukan terhadap ketua DPRD Merangin terungkap tudingan dari ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail, jika pengadaan mobil pajero sport tersebut, justru untuk Wakil ketua DPRD Merangin Isnedi. BAP itu pun kembali dibantah saksi ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail.

” Saya tidak pernah menyebut nama siapapun dalam BAP termasuk saya tidak pernah menyebut nama Isnedi, Darmawan, maupun Nasution,  itu tidak benar. Yang jelas dalam BAP saya tidak sebut nama siapa pun disana,” Ucap Zaidan Ismail coba membantah BAP yang kembali dipertanyakan JPU.

Bantahan demi bantahan yang dilakukan ketua DPRD Merangin dalam kesaksianya tersebut, sedikit banyak cukup membuat Roy Charles sebagai JPU terlihat sedikit gerah.

” Jadi tidak ada yang Anda (saksi Zaidan Ismail,red) akui dari BAP ini, tapi ini BAP Anda tanda tangani, apa saksi Zaidan Ismail tidak membaca BAP terlebih dahulu, sebelum BAP ini ditanda tangani,” Jelas JPU Roy Charles coba balik bertanya terhadap ketua DPRD Merangin, sebagai saksi dipersidangan tersebut.

Bahkan JPU sempat menanyakan siapa yang melakukan BAP terhadap saksi ketua DPRD Merangin? Pertanyaan itu pun spontan dijawab saksi Zaidan Ismail penyidik atas nama Aiptu Agusriadi.” Seingat saya, saat saya diperiksa, hanya ditanya penyidik, sehat atau tidak, sudah makan apa belum, itu saja,” Singkat saksi ketua DPRD Merangin.

Peryataan ketua DPRD Merangin dalam persidangan tersebut, justru berbeda 190 derajat dengan kesaksian wakil ketua DPRD Merangin Isnedi. Didepan ketua majelis hakim saksi wakil ketua DPRD Merangin Isnedi justru membenarkan, adanya pertemuan antara dirinya, bersama ketua DPRD Merangin dan terdakwa Darmawan, di Rumdis ketua DPRD Merangin.

” Saat itu, Ketua DPRD Merangin mengatakan kepada terdakwa Darmawan, bayar saja dulu dengan menggunakan uang yang ada sebelum nanti ditanda tangani Nasution sebagai PA,  atau Sekretaris DPRD Merangin. Dan itu, diiyakan Darmawan, dan saya juga turut meng-iyakan saat itu,” Timpal Isnedi.

Dan Diakui Isnedi, jika pembayaran mobil pajero sport tersebut baru diketahuinya menggunakan Uang Yang Harus Di Pertanggungjawabkan (UYHD), paska temuan BPK. ” Sebelumnya saya tidak tahu. Dan status saya menggunakan mobil pajero sport tersebut berstatus pinjam, lantaran mobil saya digunakan ketua DPRD Merangin yang sedang Lemhannas di Jakarta saat itu, dan saat itu saya tidak memiliki mobil dinas,” Tukasnya.

Dan secara umum lanjut Isnedi, jika pengadaan mobil pajero sport tersebut sudah dilakukan sesuai dengan tahapan dan mekanisme yang berlaku. Dan status pengadaan mobil tersebut, bukan untuk wakil ketua DPRD Merangin namun untuk sekretariat DPRD Merangin.” Sekali lagi saya tekankan, saya gunakan mobil tersebut dengan status pinjam,” Jelas Isnedi didepan majelis hakim.

Usai berlangsung sidang saat dikonfoirmasi JPU Roy Charles mengatakan, kemungkinan pihaknya akan menghadirkan Aiptu Agusriadi, lantaran saksi ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail, sedikit banyak membantah hasil BAP tersebut. ” Iya mungkin Aiptu Agusriadi, akan kita hadirkan dalam persidangan pekan depan atau 16 Oktober mendatang,” Jelasnya.

Sementara itu, diluar sidang ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail tetap dengan pendirianya jika dirinya sama sekali tidak menyebut nama siapapun saat dilakukan BAP oleh penyidik Polres Merangin.” Tidak ada saya sebut nama siapapun dalam BAP, dan saya tidak tahu jika mobil pajero sport tersebut dianggarkan,” Sangkalnya. (*)

REPORTER : Chatur






LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here