Mantap..! BUMDes di Sarolangun Akan Terus Dikembangkan

105
Mulyadi/Ist

SAROLANGUN,- Terhitung 2018 – 2019, hanya tercatat 8 desa dari 149 desa yang sukses mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Sarolangun.

Ini disampaikan Kapala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Mulyadi saat dibincangi jejakjambi.com, Selasa (2/7).

BACA JUGA : Akhirnya Pimpinan Kantor Mandiri Micro Business Cluster Bangko Resmi Dipolisikan..?2019/06/27

Dikatakannya salah satu penyebab rendahnya angka keberhasilan pengembangan BUMDes yang dilakukan kades ini, diantara keterbatasan Sumber Daya Manusia dan dukungan Dari Sumber Daya Alam.

“Benar. Kita akui sejauh ini tercatat hanya sekitar 6 sampai 8 desa yang BUMDesnya sukses dikembangkan. Kita juga mengakui kendala yang ditemukan, salah satunya  karena keterbatasan SDM dan SDA yang dimiliki masing-masing desa,” akunya.

Mengatasi permasalahan itu, Mulyadi bertekad akan menyusun kembali program penyuluhan tentang anjuran pengembangan BUMDes di lapangan.

“ Artinya akan kita rancang ulang perencanaan dengan matang. Sebelum memilih program yang tepat, kita juga harus kaji dan sesuaikan tentang program yang lebih tepat sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa,” katanya.

Disamping itu, Mulyadi juga mengaku akan memperkuat lagi dalam sektor pengawasan. Sebab, selama ini disadari bahwa pengawasan penyaluran dana P2DK ini, pihaknya acapkali menerima laporan pembodohan.

“ Kita akui juga, selama ini bahwa sistim pengawasan kita yang bergerak di bawah masih belum efektif berjalan.

“ Buktinya semua data yang dilaporkan tim pendamping desa sangat sedikit yang sesuai dengan hasil yang kita harapkan.

“ Salah satunya kita seringkali menerima laporan yang berbeda dengan kondisi di lapangan, mungkin mereka pikir saya di sini bekerja hanya memenuhi kewajiban, sehingga dengan mudah mereka memberikan data bohongan ke kita,” tuturnya.

Lanjutnya, dalam waktu dekat pihaknya juga akan menghubungkan Aplikasi Seskeudes. Tujuannya, agar administrasi dan perbelanjaan keuangan di desa dapat dikontrol secara online.

“ Insya – Allah dalam waktu dekat semua desa sudah terkoneksi laporannya ke kita. Dan bagi desa yang terpencil, kita berusaha menyarankan mereka untuk segera memasang jaringan wifi melalui APBDes mereka,” tuntasnya. (*)

REPORTER  : Maskur
EDITOR : Chatur



















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here