Makin Mantap..! Dua Tahun IPAL RS Adbunjani Bangko Tak Berfungsi..? Kemana Limbah Berbahaya Itu Dibuang..?

182
Potret RSD Adbunjani Bangko/Ist

MERANGIN,- Kabar mengejutkan baru – baru ini, datang dari  Rumah Sakit Daerah (RSD) Adbunjani Bangko yang tak lain Rumah Sakit (RS) ‘Kebanggaan’ warga Merangin.

Iya, kabar ter-anyar tersebut tak lain, indikasi kuat jika keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik RSD Adbunjani Bangko ini, sudah tak berfungsi sejak dua tahun terakhir.

Lalu muncul pertanyaan kemana IPAL RSD Adbunjani Bangko tersebut dibuang pihak Manajemen RSD Adbunjani Bangko dibawah ‘payung’ kepemimpinan Berman Saragih tersebut, jika benar IPAL RS tersebut tak berfungsi selama dua tahun?

“ Yang saya tahu begitu, sudah dua tahun terakhir IPAL yang dimiliki RSD Adbunjani Bangko tersebut sudah tak berfungsi lagi.

“ Nah, sebagai warga Merangin, tentu hal yang wajar jika saya mempertanyakan ini semua. Kemana limbah ‘berbahaya’ tersebut dibuang pihak Rumah Sakit (RS) selama dua tahun terakhir,” Ungkap Dedi wahyudi, salah satu tokoh masyarakat Merangin, yang akrab dengan panggilan Atuk Sarahim kepada jejakjambi.com baru – baru ini.

Sebagai RS yang keberadaaanya ‘dianggap’ terus mengalami peningkatan dibidang pelayanan kesehatan, tentu lanjut Atuk Sarahim, pihak RS wajib ‘sadar’ jika keberadaan IPAL merupakan syarat mutlak yang wajib dimiliki dalam sebuah RS yang beroperasi.

“ Soal IPAL ini tidak bisa dianggap remeh karena pencemarannya sangat berbahaya. Jika IPAL saja keberadaanya tidak cukup syarat, maka jelas keberadaan RS tersebut bisa dipertanyakan, lantaran tetap beroperasi,” Tandasnya lantang penuh kritisi.

Terpisah Direktur  RSD Adbujani Bangko Berman Saragih saat dikonfirmasi mengakui jika keberadaan IPAL RSD Adbunjani Bangko sudah tak berfungsi lagi.

“ Tak berfungsinya bukan selama dua tahun, tapi baru satu tahun terakhir,” Ucap Berman coba mengklarifikasi kabar tersebut.

Itu terjadi lanjut Sang Direktur, lantaran ‘hadirnya’ bangunan gedung yang baru, hingga membuat banyak pipa saluran menuju IPAL ‘mandek’ atau tak berfungsi maksimal.

“ Dan sejauh ini, kita menggunakan septic tank biopro. Dan dalam satu gedung, kita menggunakan dua septic tank biopro itu,” Terangnya.

Setelah septic tank biopro full atau penuh, maka akan disedot dan dibuang ke limbah industri. ” Dan sejauh ini, tidak ada persoalan atau aman aman saja.

“ Bahkan saat ini, kita tengah mengambar bangunan IPAL baru, dan jika sudah selesai digambar, maka pembangunan IPAL akan cepat kita lakukan. Sedangkan proses pembangunan IPAL baru, tak akan memakan waktu lama, paling satu bulan beres,” Urai Berman menutup pembicaraan. (*)

REPORTER : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here