Mahasiswa Asal Tabir, Suarakan “Potret” Buramnya Dunia Pendidikan Merangin. Terintip Kantor Dewan Tak Berpenghuni…?

485
Potret saat aksi demo berlangsung didepan kantor DPRD Merangin/Ist

MERANGIN,- Celoteh buramnya dunia pendidikan di Bumi Merangin, masih menjadi ‘santapan empuk’ para aktivis Merangin yang menamakan diri Persatuan Mahasiswa Tabir (PMT).

Aksi turun ke jalan guna menyuarakan berbagai ‘ketimpangan’ dari bobroknya sistem manajemen dunia pendidikan Merangin lewat dua intansi terkait, Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin dan Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Merangin, hingga lembaga terhormat Merangin tak ter-elakan dan terjadi, Rabu, (4/3), atau sekitar pukul 10.00 WIB.

Yang menarik dari aksi demo dibawah koordinator Ilham tersebut, justru saat para pendemo mendatangi kantor DPRD Merangin, atau sekitar pukul 11.00 WIB, kantor wakil rakyat Merangin tersebut terlihat tak berpenghuni.  

Hal tersebut terintip, saat para pendemo yang berjumlah puluhan tersebut, sempat naik ke lantai II kantor DPRD Merangin yang tak lain, tempat sejumlah anggota DPRD Merangin bekerja.

Namun hasilnya, cukup membuat para pendemo ‘mengelus dada’ lantaran kecewa. Iya, sejumlah ruang kerja para wakil rakyat tersebut benar benar kosong, hingga tak sedikit ruangan kerja wakil rakyat tersebut tergembok dari luar.

“ Kami kecewa lah, karena didalam kantor ini tak ada wakil kita. Kami datang guna menyuarakan aspirasi kami. Dan langkah kami ini dilindungi Undang Undang (UU).

” ini sangat menyedihkan, karena banyak ruangan para wakil rakyat yang terkunci,” Ungkap salah seoarang pendemo lantang bersuara saat berada didalam gedung wakil rakyat tersebut.

Setelah cukup lama menunggu, atau tak kurang dari 1 jam, barulah sejumlah anggota DPRD Merangin terlihat hadir dan mengajak para pendemo untuk ber-audensi terkait apa yang akan disuarakan.

Dari catatan jejakjambi.com setidaknya terdapat enam poin penting yang disuarakan dalam aksi demo tersebut.

Antara lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin untuk melaksanakan evaluasi, di lanjutkan kontroling tentang pemerataan gaji bagi honorer serta transparansi penyebaran dan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kemudian, Pemerataan pembangunan sarana dan fasilitas pendidikan di seluruh Kabupaten Merangin khususnya wilayah Tabir.  

Selanjutnya, meminta komitmen Kepala Dinas Kabupaten Merangin untuk memprioritaskan tenaga pendidik honor komite yang sudah memenuhi syarat di angkat statusnya menjadi honor daerah.

Lainnya, pengusutan dan penyelesaian dugaan gratifikasi serta suap – menyuap oleh oknum di lembaga Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin.

Lanjut, pemerataan penempatan tenaga pendidik antara ASN maupun honorer di kota dan desa.

Dan poin terakhir, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin untuk mengundurkan diri dari jabatannya jika tidak mampu memenuhi tuntutan ini serta bila di nilai tidak mampu menjalankan amanahnya. (*)

REPORTER : Edo Guntara
EDITOR : Chatur

























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here