Latar Belakang Hutang, Diduga Motif Kematian Tobing

27
JASAD : jasad korban saat ditemukan di TKP. Foto Ist

SAROLANGUN,JEJAKJAMBI,- Penemuan mayat tanpa identitas, yang belakangan diketahui bernama Tobing warga Medan, di semak belukar, persisnya di pinggir jalan areal M.38 PT. BWP Meruap, Kelurahan Sarkam, Kecamatan Sarolangun, Selasa (8/8) lalu, atau sekitar pukul 11.45 WIB, sedikit  demi sedikit mulai terkuak.

Hasil peyelidikan aparat polisi, mayat Tobing merupakan korban pembunuhan, yang berlatang belakang dari permasalahan hutang piutang. Dugaan tersebut, tak terlepas dari hasil  Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat, visum serta otopsi korban, hingga  hasil pemeriksaan saksi – saksi dan CCTV.

Bahkan Sat Reskrim Polres Sarolangun telah menangkap pelaku pembunuhan Tobing, yang tak lain Hadi Alamsyah(28), Warga RT, 02 Lingkungan Pulau Pinang, Kelurahan Sarkam, Kecamatan Sarolangun. Pelaku diamankan di Desa Sepintun, KecamatanPauh, Sarolangun, Sabtu(12/8).

Pelaku juga mengakui perbuatannya, setelah dilakukan interogasi. Selain pelaku, Barang Bukti (BB) satu unit mobil truk jenis Colt Diesel warna kuning Nopol BH 8046 SI, telah diamankan di Polres Sarolangun untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

Sedangkan BB satu sebilah pisau yang digunakan pelaku, guna membacok korban, masih dalam pencarian petugas. Satu unit sepeda motor Honda Vario milik korban, juga masuk dalam DaftarPencarianBarang (DPB).

Informasinya, peristiwa tewasnya korban terjadi pada minggu (30/7) atau sekitar pukul17.00 WIB. Saat itu,tersangka bersama korban dan empat rekan lainnya, Aziz, Hasbi, Fatah, dan Randu, pergi memuat kayu chip di area perkebunan Kelurahan Sarkam, melintasi jalan PT BWP Meruap menggunakan satu unit mobil truk colt diesel serta tiga unit motor lainnya.

Usai memuat kayu, atau sekitar pukul 00.00 WIB, enam orang tersebut kemudian kembali menuju Desa Pulau Pinang. Saat melintasi area M.38 PT. BWP Meruap, tersangka yang menggunakan motor tiba-tiba menghentikan truk colt diesel yang ditumpangi korban dan Fatah.

Tersangka langsung menghampiri pintu truk mobil sebelah kiri, dan langsung dibuka tersangka. Korban bertanya “Kenapa Pak Jo?”. Selanjutnya, tersangka mengatakan kepada korban “Kau ini dikasih hati, mau jantung”.

Setelah itu tersangka langsung membacok korban sebanyak dua kali, di bagian rusuk dan kepala, yang menyebabkan korban tak sadarkan diri. Bahkan pisau yang digunakan tersangka menancap di kepala korban.

Tak puas sampai di situ, korban yang tak berdaya ditarik keluar mobil oleh tersangka, hingga korban terjengkal ke tanah. Tersangka lantas membacok korban lagi berulang  kali  (lebihdari 5 kali,red) secara membabi buta, hingga akhirnya korban tewas.

Mayat korban diangkat oleh tersangka ke pinggir jalan, atau di sekitar areal M.38 PT. BWP Meruap. Sementara empat saksi, Hasbi, Fatah, Aziz, dan Randu, langsung bergegas meninggalkan TKP setelah melihat kejadian tersebut.

“Sementara hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi – saksi, pelaku pembunuhan diperkirakan tunggal. Sedangkan saksi-saksi hanya sebatas dimintai keterangan,” ungkap Kapolres Sarolangun, AKBP DadanWiraLaksana, melalui Kabag Ops, Kompol Agus Saleh, kemarin(13/8).

Atas perbuatannya, pelaku akan dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. “Ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun, serta pasal 351 ayat 3 dengan ancaman penjara paling lama 7 tahun,” pungkasnya. (*)

REPORTER : Azhari
EDITOR      : Chatur

 













LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here