Terbongkar Dugaan “Kasus Fee Proyek” Terpa Pejabat Merangin

62
FEE PROYEK : kasus dugaan fee proyek kembali mengeliding, dan menerpa pejabat Merangin. Tampak Umar Muhammad Dy, yang disebut - sebut sebagai penerima fee proyek. Foto Ist.

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM –  Kasus dugaan fee Proyek di Merangin,  terus mengeliding Dibumi Tali Undang Tambang Teliti Merangin. Indikasi tak ada fee proyek maka tak akan bisa mendapatkan jatah proyek di Merangin,  jika betul adanya tentu meng-isaratkan dugaan betapa rusaknya mental para pejabat Merangin, dalam pengelolaan uang rakyat tersebut.

Dugaan penerima fee proyek kali ini, menerpa salah satu pejabat Merangin yang belakangan diketahui bernama Umar Muhammad My, yang saat ini menjabat sebagai Kabid Pemerintahan Desa (Pemdes), ditubuh Badan Pemberdayaan Masyarakat & Pemerintahan Desa (BPMPD), Kabupaten Merangin.

Dari penuturan Agus Nadi yang mengaku sebagai korban dugaan fee proyek tersebut, saat dibincangi jejakjambi.com mengatakan, penyerahan fee proyek tersebut terjadi pada awal 2016 lalu, senilai Rp 10 Juta. Namun hingga saat ini, lanjut Agus Nadi, harapanya untuk sedikit mendapatkan proyek dari pemerintah Kabupaten Merangin tersebut hanya sebatas janji kosong belaka.

“  Uang itu saya serahkan langsung terhadap Umar yang saat ini menjabat sebagai Kabid Pemdes BPMPD Merangin, sekitar awal 2016 lalu senilai Rp 10 Juta.  Dan sampai saat ini, saya hanya dibuat seperti  ‘bola pimpong’ oleh Umar dengan cara disuruhnya  saya menghadap ke sini dan kesana. Namun sayang, hingga saat ini tak satu pun proyek bisa saya dapat.  Kalau tak mampu memberi kan proyek, ya,  sebaiknya uang saya itu dibalikin saja lah ,”  Ungkap Agus Nadi bertutur kesal kepada jejakjambi.com, Selasa (6/6), sekitar pukul 22.30 WIB.

Agus mengakui sebagai kontraktor lokal, dirinya mengaku cukup sulit untuk mendapatkan jatah proyek secara “sehat” di Merangin. Tak heran, jika praktek  tak beres ini pun coba dilakoninya hanya untuk mendapatkan jatah proyek tersebut.” Iya itu, karena kalau tak bayar fee, dari mana kontraktor kecil seperti saya akan mendapatkan proyek. Dan ini, bukan kasus pertama yang saya tahu terjadi di Merangin,” tukasnya.

Sayang hingga pemberitaan ini dirilis, jejakjambi,com masih belum berhasil mengkonfirmasi tudingan  Agus Nadi  terhadap Umar yang juga pernah menjabat sebagai Kasubag Rumah Tangga Bupati Merangin ini.

Sementara itu, informasi  lain yang berhasil dihimpun jejakjambi.com, dari sejumlah pejabat Merangin terendus, jika Umar merupakan salah satu dari sekian banyak pejabat Merangin yang memiliki hubungan dekat dengan orang nomor satu di Merangin.” Mungkin Umar itu memanfaatkan momen tersebut, sehingga dirinya berani meminta fee proyek terhadap rekanan, dengan menjanjikan paket proyek,” Ungkap salah seoarang pejabat Merangin yang minta namanya tidak perlu dicatut, saat bertutur. (*)

REPORTER : Chatur

 








LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here