“Krikil kecil, Hingga Krikil Tajam” Hantam Kepemimpinan Kapus Rantau Panjang? ” Hak Honor Kami di Potong”

932
Kapus Rantau Panjang Inisial Per dalam sebuah momen/Ist

MERANGIN,- “Krikil kecil hingga krikil tajam” terus saja menghantam kepemimpinan Kepala Puskesmas (Kapus) Rantau Panjang, Merangin, berinisial Per.

Tak berlebihan rasanya, jika beberapa waktu lalu, aksi protes sejumlah paramedis disana sempat ‘pecah’, imbas dari kepemimpinan sang Kapus yang dituding paramedis setempat ‘semaunya dewe’

BACA JUGA : Surat Terbuka Lewat Medsos, Terkait Dugaan Pungli Oknum Dinkes Merangin Mencuat..! Siapa Pelakunya..?

Namun menariknya, meski gelombang protes sempat terjadi, namun sang Kapus tetap melenggang ‘menahkodai’ puskesmas setempat.

Sebut saja tudingan pemotongan uang bagi hasil Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang dilontarkan kepadanya disejumlah paramedis disana.

Alih- alih sumbangan untuk uang operasional puskesmas setempat, membuat sejumlah paramedis disana mengaku memberikan uang sumbangan terhadap managemen puskesmas hingga 20 persen dari penerimaan uang BPJS yang diterima paramedis disana.

” Yang namanya sumbangan itu,  setahu saya seiklasnya pak, ini kan uang jasa BPJS yang kami terima dimintai sekitar 20 persen. Dan korban-ya lebih didominasi para honorer,” Ungkap salah seorang paramedis setempat yang minta namanya tidak dicatut saat dibincangi jejakjambi.com.

Tak hanya dugaan pemotongan uang BPJS lewat alibi sumbangan untuk operasional puskesmas, namun Kapus yang dituding paramedis setempat sebagai sosok pemimpin otoriter tersebut, juga dituding melakukan pemotongan uang hak atas gaji honor sejumlah paramedis.

BACA JUGA : Kapus Rantau Panjang Sempat Dimintai Keterangan Aparat? ‘Sinyal’ Dugaan Pemotongan Uang BPJS Bakal Melebar?

” Kalau gaji honor saya bulan April lalu, dipotong 5 persen. Saya sendiri tidak tahu, alasan apa hingga gaji saya dipangkas. Kalau paramedis lain dipotong atau tidak saya tidak tahu, carilah informasi sendiri saya takut pak,” Ungkap salah seorang honorer puskesmas inisial JO, yang mengaku sudah 17 bulan honor di puskesmas tersebut.

Lain dikatakan inisial JO, lain pula yang dituturkan inisial KA, suami salah seoarang honorer di puskesmas setempat.

Dikatakan inisial KA, honor istrinya di Puskesmas setempat selama 3 bulan, hanya diterimanya senilai Rp 300 Ribu.

.” Padahal istri saya tanda tangan untuk honor selama 3 bulan atau Januari, Februari hingga Maret 2020 senilai Rp 1.800.000,-.  Namun anehnya istri saya hanya diberikan uang hak atas gajinya senilai Rp 300 Ribu.

” Karena saya kesal, akhirnya uang Rp 300 Ribu yang diberikan terhadap istri, saya kembalikan terhadap Kapus, atau tidak kami diterima,” ketus KA dengan nada kesal.

Lalu bagaimana tanggapan sang Kapus, saat dimintai tanggapan soal tudingan demi tudingan negatif, yang menguap kepermukaan?

Menarik untuk terus ditelisik, Kapus Rantau Panjang inisial Per saat dikonfirmasi justru menyangkal tudingan demi tudingan yang dilontarkan kepadanya.

.” Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, untuk uang BPJS tidak ada pemotongan, yang ada uang sumbangan seiklasnya untuk membantu operasional puskemas.

“ Sedangkan hak semua honorer yang ada di puskesmas sudah dibayar  semua atau 100 Persen, tidak ada pemotongan disana kok,” Sangkal sang Kapus seperti tak bergeming atas tudingan tersebut. (*)

REPORTER : Chatur

 

























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here