Kontroversi Penarikan Alat Berat Milik H Marlon?

133
KONTROVERSI : Sempat tiba di Mapolres Merangin, namun tanpa hitungan hari, alat berat Ekskavator ini, sudah tak terlihat di Mapolres Merangin. Foto Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM  –  Aksi penembakan senjata ke udara yang ditenggarai dilakukan Kapolsek Tabir Ulu Iptu Chandra , saat mengawal alat berat dari wilayah Tabir menuju Bangko, yang terjadi, baru – baru ini, menjadi awal terjadinya kontroversi kasus ini.

Dari  sepenggal informasi yang berhasil dihimpun jejakjambi.com, pengawalan alat berat yang dilakukan aparat Polsek Tabir Ulu, yang diduga atas permintaan Dipo Star Finance tersebut, sedikit menyisakan persoalan.

Betapa tidak, selain saat alat berat tersebut akan dibawa menuju Bangko, dan terjadi penghadangan oleh warga, aparat juga sempat  memuntahkan pelor ke udara, dengan alasan agar tidak terjadi kerusuhan, saat Peristiwa tersebut terjadi dikawasan Tabir, tepatnya Rumah Makan ALS Simpang Jelita, dini hari, Selasa, (30/5), atau sekitar pukul 02.00 WIB.

Tak hanya sebatas itu saja, hal menarik lainnya yang didapat jejakjambi.com, nama salah satu anggota DPRD Provinsi Jambi berinisial HS, turut terseret dalam kontroversi pengawalan atau penarikan alat berat menuju Bangko hari itu .

“ Iya, kita dapat informasi alat berat ini, akan dibawah menuju gudang salah satu anggota DPRD Provinsi berinisial HS, dikawasan Pamenang, Merangin. Apa hubunganya alat berat ini dengan HS, karena yang kita tahu alat berat ini, merupakan milik H Marlon, “ Timpal pria berinisial SU, yang tak lain, salah satu warga yang ikut serta menghadang alat berat tersebut, saat itu.

Masih dikatakan SU, meski awalnya alat berat itu sempat terjadi penahanan oleh warga, namun imbas dari letusan satu kali pelor ke udara tersebut, sudah lebih dari cukup membuat alat berat tersebut, mulus dalam perjalananya menuju Bangko, atau tiba di Mapolres Merangin sekitar pukul 04.00 WIB dini hari itu.

Namun anehnya, masih dari informasi yang didapat jejakjambi.com, tak berapa lama alat berat tersebut singgah didepan Mapolres Merangin, saat pagi menjelang (hari itu juga,red) alat berat tersebut sudah tidak berada di Mapolres Merangin.

Menelisik dari kejadian tersebut? Muncul beberapa pertanyaan, dimanakah alat berat tersebut berada saat ini ? Bagaimana status alat berat tersebut sebenarnya, siapa pemiliknya, anggota DPRD Provinsi berinisial HS kah, atau benar milik H Marlon ?  Dan tak kalah menarik, atas dasar apa pihak leasing menarik alat berat tersebut?

Sederet pertanyaan tersebut, menarik perhatian jejakjambi com, untuk melebur satu persatu dari kontroversi kasus tersebut? Ditempat terpisah Kapolsek Tabir Ulu  Iptu Chankdra saat dikonfirmasi mengakui, jika dirinya sempat meletuskan pelor dari moncong senjatanya ke-udara, guna mengantisipasi kericuhan atas penghadangan sejumlah warga bersama H Marlon yang disebut – sebut sebagai pemilik alat berat tersebut.

” Saya hanya menjaga jangan sampai ada keributan, makanya saya dengan sangat terpaksa meletuskan pelor ke-udara, agar tidak terjadi keributan,” Jelas Iptu Chandra tak ragu, bertutur kepada jejakjambi.com, saat dikonfirmasi via ponsel.

Kapolres Merangin sendiri AKBP Aman Guntoro saat coba dimintai keterangan, justru mengaku tidak tahu sama sekali terkait kasus yang cukup heboh lewat berbagai pemberitaan media online maupun surat kabar lokal tersebut. “ Saya belum mendapatkan laporan soal itu,” Singkat perwira dengan pangkat dua melati dipundaknya tersebut.

Dilain pihak, hadirnya pihak leasing saat terjadinya pengangkutan alat berat tersebut juga coba dikonfirmasi jejakjambi.com. Lintong yang disebut pimpinan Dipo Star Finance ini pun, tak mampu memberikan jawaban pasti terkait status pihaknya turut serta mengawal alat berat tersebut saat akan dibawa ke Bangko.” Besok sajalah ya,  nanti kita bicarakan besok,” Ungkap Lintong coba meredam persoalan saat dibincangi melalui ponselnya di nomor 0821-80436xxx.

Hal lainya, hingga berita ini dirilis, salah satu anggota DPRD Provinsi berinisial HS, maupun H Marlon belum berhasil dikonfirmasi terkait namanya yang disebut dalam kasus ini.

Sementara itu, dari informasi yang berhasil dihimpun jejakjambi.com, sedikit demi sedikit mulai ter-urai fakta dibalik penarikan alat berat tersebut. Salah satu warga yang turut serta menghadang alat berat tersebut, coba mengupas delik kasus kontroversi alat berat berlogo ekskavator yang dibawa ke Bangko saat itu .

Dari penuturan pria berinisial AM yang minta namanya diinisialkan saja tersebut menuturkan, jika alat berat tersebut merupakan milik H Marlon, yang dibelinya melalui bantuan leasing Dipo Star Finance.

Selanjutnya masih kata AM, alat berat tersebut disewakan H Marlon terhadap Syahrul, yang diduga kuat digunakan Syahrul untuk aktivitas PETI diwilayah Tabir.“ Yang jelas setahu saya, 9 bulan alat berat tersebut disewa oleh Syahrul dan tak pernah membayar sewa alat berat tersebut terhadap H Marlon. Alasanya, alat berat tersebut rusak setelah beberapa lama digunakan. Dan Syahrul sendiri mengaku jika dirinya (Sahrul,red) sudah menghabiskan dana tak kurang Rp 120 Juta untuk memperbaiki alat berat yang rusak tersebut,”  Jelas AM coba mengurai persoalan  ini, satu persatu.

Karena Syahrul tak kunjung membayar jasa sewa terhadap H Marlon lanjut AM, membuat pembayaran kridit H Marlon terhadap pihak Dipo Star Finance pun terjadi kemacetan. ” Entah beberapa bulan lamanya H Marlon tak bayar kredit alat beratnya terhadap Dipo Star Finance ,” Ungkap sumber terpercaya jejakjambi.com ini.

Dugaanya tambah AM, tanpa sepengetahuan H Marlon, pihak leasing atau Dipo Star Finance diduga ada ‘main mata’ dengan pria berinisial HS yang disebut merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi.

“ Singkat cerita, kuat dugaan HS anggota DPRD Provinsi Jambi itu berani membayar uang Rp 120 Juta terhadap Syahrul, asalkan alat berat tersebut bisa berada ditanganya (HS,red). Dan informasi terakhir yang saya terima, saat ini alat berat tersebut berada ditangan anggota DPRD Provinsi Jambi berinisial HS. Itu ceritanya yang saya tahu. Permainan apa antara HS dengan pihak leasing dalam hal ini Dipo Star Finance, ya terjemahkan sendirilah,” Timpalnya seakan coba balik bertanya kepada jejakjambi.com.

Sejauh ini masih kata AM, yang dipertanyakan banyak warga, saat penghadangan alat berat tersebut terjadi, lantaran pihak leasing sendiri tidak bisa menunjukan surat penarikan resmi dari Dipo Star Finance, termasuk surat pengakuan dari H Marlon, jika H Marlon sudah tidak mampu membayar kridit alat berat tersebut.

” Yang jelas kasus ini, masih saya pelajari lewat kontroversi yang dilakukan Dipo Star Finance. Jika memang cukup bukti, bukan tidak mungkin justru saya yang akan melaporkan kasus Dipo Star Finance ini terhadap aparat terkait, atas dugaan kesewenanganya melakukan aksi tarik alat berat milik H Marlon hingga kontroversi lainnya yang dimainkan pihak Dipo Star Finance. Iya, aneh kan tanpa dilengkapi surat lengkap, pihak Dipo Star Finance sudah melakukan manuver diluar dugaan seperti yang terjadi dalam kasus tersebut,” Tuntas AM. (*)

REPORTER : Chatur

 

 
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here