Kinerja Kejari Merangin Dipertanyakan..? Imbas Minimnya Penanganan Kasus Korupsi Naik ke “Meja Hijau”

493
Ilustrasi/Ist

MERANGIN,- Dua tahun lebih kepemimpinan Haryono sebagai orang nomor satu di kantor Kejari Merangin, mulai dipertanyakan?

Hal tersebut, tentu terkait prestasi dalam penanganan tindak pidana korupsi yang merupakan salah satu target dari kinerja aparat Adhiyaksa Merangin.

Apalagi, pasca Hariyono dipercaya menjabat sebagai Kejari Merangin, dan menggantikan Sri Respatini, atau sekitar Juni 2016 silam, hingga saat ini tercatat Kejari Merangin Haryono, hanya mampu membawa dua kasus korupsi ke meja persidangan.

Selain kasus korupsi pembangunan stadiun mini Desa Sekancing Ilir dengan anggaran tak kurang dari 200 Juta, satu kasus lagi tak lain penyalagunaan Anggaran Dana Desa (ADD) Kades Dusun Mudo, dengan kerugian negara hanya berkisar Rp 212 Juta.

” Artinya, jika dikalkulasi selama kepemimpinan Haryono di Merangin selama lebih dari dua tahun terakhir, tercatat Haryono hanya mampu membawa dua kasus korupsi ke meja hijau.

Itu pun, angka kerugian negara-nya tidak terbilang wah kok.  Sebagai  salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Merangin, saya pikir tak salah jika kami mengkritisi minimnya prestasi Kejari Merangin saat ini,” Ujar Masroni yang tercatat sebagai koordinator Forum Bersama Peduli Merangin (F-BPM) kepada jejakjambi.com baru – baru ini.

Wajarkah di kritisi dan dipertanyakan? Tentu sangat wajar sambung ‘Bung Rony’ (sapaan akrab Masroni,red). Pasalnya, sepanjang 2017 saja, tak kurang dari 80 laporan dugaan penyalagunaan Anggaran Dana Desa (ADD), yang masuk ‘kantong’ Kejari Merangin.

” Data tersebut saya kutip dari media online tribunjambi.com tertanggal 16 Agustus 2017. Nah, jika dilihat dari angka laporan yang masuk, dalam penyalagunaan ADD, saya pikir sangat tidak rasional jika hanya satu kasus ADD yang naik ke meja hijau,”  Tambah Bung Rony.

Lebih dari itu, hal lain yang juga dimasih menjadi tanda tanya sambung  Bung Rony, terkait penyelidikan dugaan kasus korupsi penyalagunaan dana MTQ Tingkat Provinsi Jambi ke 46, yang berlangsung di Merangin 2016 silam.

Disampaikan Rony, tahun 2017 Kejari Merangin sempat melakukan penyelidikan panjang terkait dugaan kasus korupsi dana MTQ dengan kucuran anggaran Miliaran rupiah.

” Sepengetahuan saya, saat itu tak kurang dari 30 pihak ketiga sudah dipanggil dan diperiksa dalam penanganan panjang kasus tersebut, namun aneh-nya dengan alasan tak cukup bukti, secara mengejutkan dihentikan ditengah jalan,” Timpal Masroni seraya mengatakan persoalan tersebut pernah dipertanyakan-nya secara langsung terhadap Kejari Merangin, dan saat itu Kejari Merangin  hanya mengatakan, kasus itu tak cukup bukti.

Terpisah saat dikonfirmasi jejakjambi.com terkait kritisi demi kritisi tersebut, Kejari Merangin Haryono hanya mengatakan, jika penanganan kasus korupsi tersebut, tidak semudah membalik-kan telapak tangan.

” Penanganan kasus korupsi itu, tak semudah membalikan telapak tangan, perlu alat bukti yang kuat, hingga kajian hukum,’ Kata Haryono. (*)

REPORTER : Rabu Iskandar/Chatur
EDITOR : Chatur






LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here