Kesemerautan Kondisi Pasar Tradisional Bangko, Potret Buram Pemerintahan Daerah

45
BURAM : Tampak potret buram, kondisi pasar tradisional dipusat Kota Bangko, Merangin. Foto diabadikan jejakjambi.com.

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM – Kesemerautan tatanan pasar tradisional Merangin, seperti pasar baru wilayah Bangko yang merupakan salah satu sentral perputaran ekonomi rakyat, memang bukan kabar baru bagi warga Merangin.

Selain tak sedikit dari pedagang justru berjualan dibadan jalan, potret lain yang dinilai kurang lazim, kendaraan Roda Dua (R2), terlihat bebas keluar masuk dibadan jalan pasar tradisional tersebut. Kondisi tersebut, tentu cukup membuat para konsumen atau warga yang berbelanja dipasar tersebut, terasa kurang nyaman.

Mirisnya lagi, potret buram pasar tradisonal pusat kota Bangko tersebut, sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Kendati sudah beberapa kali terjadi pergantian kepala daerah, namun kondisi pasar tradisional tersebut, tak kunjung mengalami perubahan yang berarti.

“ Ya begitulah kondisi pasar tradisional ini selama berpuluh – puluh tahun. Selain para pedagang menjajahkan barang daganganya, tak sedikit sudah tumpah dibadan jalan, para konsumen yang berbelanja pun merasa kurang nyaman, imbas dari banyaknya kendaraan Roda Dua (R2), keluar masuk dibadan jalan pasar tradisional itu. Saking sempitnya badan jalan, pernah beberapa tahun lalu, badan saya terserempet kendaraan R2 yang melintas ,” Ungkap Mama Mela (45), salah seoarang warga Pesisir, yang sudah hampir 25 tahun menetap di Bangko, saat bertutur, kepada jejakjambi.com, baru – baru ini.

Potret Buram pasar tradisional ini juga dirasakan Mariyati (50), salah seoarang guru senior disalah satu sekolah setingkat SMP yang ada di Merangin. Sebagai warga Bangko, tentu dirinya berharap penuh agar Instansi terkait Pemkab Merangin, dapat melakukan pembenahan terhadap pasar tradisional Bangko yang tak lain pusat perputaran ekonomi rakyat ini.

“Besar harapan saya baiknya pasar tradisional Bangko ini, bisa dibenahi Pemkab Merangin. Karena setahu saya, tak sedikit orang pintar berkata, buruknya tananan pasar tradisional yang ada dipusat kota, akan menjadi sinyal kencang potret buramnya sebuah pemerintah daerah. Jika kalimat ini salah, yang benarnya gimana ya,” Tukasnya mengakhiri pembicaraan. (*)

REPORTER : Alhendra DY
EDITOR      : Chatur












LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here