Kesaksian Hj Teti : “ Rekaman Pembicaraan Tak Senonoh Tersebut Terjadi Dikediaman Saya”

83
Ilustrasi/foto Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM – Fakta baru buah hasil kesaksian Hj Teti, lewat pemeriksaanya sebagai saksi pelapor di Mapolres Merangin, dalam kasus perbuatan tidak menyenangkan yang dilayangkan Janliardi alias Aan Koto, yang merupakan suami dari korban Elvina Meriza, kembali menggelinding.

Seperti dikatakan Hj Teti kepada jejakjambi.com, sepengetahuanya rekaman pembicaraan yang dilakukan korban Elvina Meriza terhadap orang yang disebut-nya Bupati Merangin Al-haris tersebut, awalnya hanya untuk meyakinkan suaminya (Janliardi alias Aan Koto, red), jika yang kerap memulai perbincangan tak terpuji itu, bukanlah dirinya (Elvina Meriza, red), namun justru orang yang disebutnya dalam perbincangan tersebut Bupati Merangin Al-haris.

“ Awalnya memang sepengetahuan saya, suami dari Elvina Meriza sama sekali tidak percaya, jika Bupati Merangin Al-haris yang sering mengusiknya dengan pembicaraan tak wajar. Nah, melalui rekaman yang dilakukan Elvina Meriza dikediaman saya tersebut, sekitar tahun 2014 lalu, diharapkan Elvina Meriza agar suaminya percaya, jika dirinya (Elvina Meriza,red)  sama sekali tidak pernah memancing untuk berbicara tak senonoh terhadap orang yang katanya Bupati Merangin itu,” Jelas Hj Teti dalam kesaksianya.

Dan selanjutnya tambah Hj Teti, jika tiba – tiba kasus tersebut bisa berujung laporan ke Mapolres Merangin, atas dugaan kasus tak menyenangkan, tentu itu keinginan mereka sebagai suami istri.

”  Yang saya tahu, sebelum laporan ini dilayangkan Janliardi alias Aan Koto, kedua suami istri tersebut sempat menemui saya dikediaman. Dan meminta saya mau menjadi saksi atas dugaan perbuatan tak menyenangkan itu. Karena saya memang mendengar percakapan kurang terpuji itu, iya demi kebenaran saya pun siap menjadi saksi. Itu saja,” Jelasnya.

Lalu pembicaraan apa yang direkam tersebut? Menanggapi hal tersebut, kali ini, Hj Teti enggan membeberkanya secara gamplang.“ Jujur saja, sangat tidak etis jika  saya utarakan disini atas pembicaraan  yang terjadi antara yang katanya Bupati Merangin dengan korban Elvina Meriza, hingga berujung terjadi rekaman pembicaraan yang dilakukan Elvina Meriza. Yang jelas jika kedepan kasus ini, akan sampai ke meja hijau, maka semua yang saya dengar dari pembicaraan tersebut, siap saya utarakan apa adanya terhadap Majelis Hakim yang terhormat ,” Timpalnya.

Sementara itu, meskipun baru baru ini, santer terdengar kabar berkembang dari berbagai media online, jika kasus dugaan perbuatan tidak menyenangkan dengan korban Elvina Meriza ini, sudah dilimpahkan Polres Merangin ke Polda Jambi, namun hasil konfirmasi jejakjambi.com, Jumat, (7/7), atau sekitar pukul 21.15 WIB, Kapolres Merangin AKBP Aman Gunturo SIK hanya mengatakan, jika kasus perbuatan tidak menyenangkan yang dilayangkan Janliardi alias Aan Koto tersebut, masih dalam penyelidikan aparat.

” Kasusnya masih dalam penyelidikan aparat. Delik laporan terkait kasus 335 KUHP, bukan kasus asusila. Itu beda ancaman hukumanya loh ,” Timpal perwira senior dengan pangkat dua melati  dipundaknya tersebut. (*)

REPORTER : Chatur























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here