Kepsek SD 277/VI Diduga Tilep Dana BOS Ratusan Juta

247
MOMEN : Kepsek Sekolah SD 227/VI Tanjung Benuang Evamawati, dalam sebuah momen. Foto Istimewa.

MERANGIN – Ratusan juta dana Bantuan Operasional Sekolah  atau akrab dengan sebutan (BOS), sepanjang 2016, disinyalir kuat “Ditilep” Kepsek SD No 277/VI Tanjung Benuang II, Pamenang Selatan, Merangin.

Tak hanya sebatas itu saja,  dugaan lain Dana Program Indonesia Pintar (PIP), yang juga mengalir disekolah setempat tahun 2017, juga disinyalir kencang  mengalir tak wajar, terhadap anak didik disekolah tersebut.

Dugaan tak beres  yang diduga dilakukan  Kepala Sekolah (Kepsek) setempat, yang belakangan diketahui bernama  Evamawati tersebut, dibongkar Taufik yang tak lain Ketua LSM  Aliansi  Guru Swasta & Tata Usaha Sekolah (Agustus), Merangin,  kepada jejak jambi, kemarin petang.

“ Saya sudah melakukan investigasi panjang terkait persoalan tak beresnya aliran dana BOS hingga dana PIP yang dikelolah sekolah  itu. Bahkan kasus ini,  dalam waktu dekat segera akan saya laporkan terhadap aparat terkait, guna memberikan efek jera terhadap pelaku,”  Tegas Taufik.

Sedikit diuraikan Taufik, jika dana  BOS disekolah  setempat sepanjang 2016 mendapatkan kucuran dana tak kurang dari Rp 45 Juta/ triwulan, dengan jumlah siswa  SD setempat sekitar 228 siswa.  “ Dan setiap pencairan per-triwulan, dana tersebut hanya mengalir  ke sekolah tersebut senilai Rp 17 Juta, dan sisanya tak jelas kemana larinya. Dan ihwal persoalan tersebut terjadi sepanjang 2016.

“ Coba saja hitung jika dikali 4 kali pencairan dana BOS sepanjang 2016, bukankah angka dana aliran dana  BOS yang tidak jelas itu mencapai angka ratusan juta. Dan jika Surat Pertanggung Jawaban (SPJ), sesuai dengan angka dana BOS SD setempat yang diterima, itu disinyalir kuat  sudah direkayasa Kepsek setempat,”  Ungkap Taufik lagi.

Sedangkan untuk dana PIP tambah Taufik, sekolah tersebut mendapatkan kucuran dana tak kurang dari Rp27 Juta, untuk kebutuhan 82 siswa yang disetujui dalam pengajuan dana PIP. Sesuai aturan main lanjut Taufik,  untuk siswa kelas 1 SD, itu mendapatkan kucuran dana per siswa senilai Rp 225 Ribu, sedangkan siswa kelas 2 hingga kelas 6 mendapatkan kucuran bantuan dana PIP  450 Ribu. “  Nah, dari  total 82 siswa setempat yang mendapatkan dana bantuan PIP tersebut, tercatat ada sekitar 42 siswa kelas 1, sedangkan 40 siswa lagi tercatat murid kelas 2 – 6. Dan dana tersebut, dipukul rata dalam penyaluranya dimana satu siswa tanpa mengenal kelas hanya mendapatkan kucuran Rp 225 Ribu. Sisanya, lagi – lagi entah kemana larinya,” Tukasnya.

Sejauh ini, pihaknya berharap agar aparat terkait dalam hal ini, Diknas dapat cepat mensikapi persoalan ini, sebelum persoalan  tersebut, berujung ke proses hukum lewat pengaduan pihaknya. “ Saya minta Diknas segera  bertindak, sebelum dugaan tak beres dalam penyaluran dana BOS ini, saya laporkan terhadap aparat hukum,” Tandasnya.

Lalu apa tanggapan Evamawati yang tak lain   Kepsek SDN 227/VI terkait tudingan tersebut? Dihubungi via ponsel, Evamawati  justru menyangkal keras berbagai tudingan yang dilemparkan LSM Agustus tersebut.” Itu sama sekali tidak benar,  tak sepeser-pun uang dana BOS maupun dana PIP yang saya ambil. Laporan tersebut sangat mengada–ada. Dan saya siap mempertanggung jawabkan persoalan dana tersebut,” Sangkalnya. (*)

REPORTER : Chatur







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here