Kemenangan Merangin Vs Batanghari “Ternodai” Lewat Aksi “Koboi” Aparat Lakukan Pengusiran Dua Jurnalis Lokal.!

1573
Potret wartawan saat dilakukan pengusiran aparat/Ist

MERANGIN,- Merangin dipastikan melaju ke-final, usai bungkam Batanghari dengan skor tipis 1-0, dalam laga lanjutan Gubernur Cup 2019, Kamis, (17/1), atau sekitar pukul 19.30 WIB, distadion utama Bumi Masurai.

Tercyduk tangan aparat menunjukan bahasa tubuh pengusiran/ist

Kemenangan tersebut, tentu membuat eforia warga Merangin secara umum. Namun miris, saat laga berlangsung, dua jurnalis lokal ‘tercyduk’ sempat dilakukan pengusiran pihak keamanan saat tengah melakukan liputan.

Alasan-nya cukup sederhana, dua oknum wartawan tersebut tidak mengantongi id card resmi dari pihak panitia. Siapa saja oknum wartawan yang sempat dipermalukan di depan publik tersebut.

Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun jejakjambi.com, dua oknum wartawan yang  sempat dilakukan pengusiran tersebut tak lain, Muzakir wartawan Tribun Jambi, dan Andi Kurniawan wartawan Metro Jambi.

“ Saat dilakukan pemerikasaan aparat, saya sudah menunjukan id card saya sebagai jurnalis resmi media lokal. Namun karena kami tidak mengantongi id card dari pihak panitia, kami sempat bersih tegang dengan aparat, hingga sempat diusir dari dalam stadion Bumi Merangin,’ Ungkap Muzakir salah satu oknum wartawan media cetak tribun jambi dalam wawancara eksklusif dengan jejakjambi.com, beberapa jam yang lalu.

Gimana ceritanya bisa diusir? Dalam wawancara tersebut Muzakir mengatakan, jika awal dari peristiwa pengusiran, tidak terlepas adanya pelemparan botol yang diduga dilakukan penonton yang ada di tribun dua.

“ Wasit sempat menghentikan laga saat adanya pelemparan botol dibabak pertama dimenit – menit terakhir.  Bahkan wasit memastikan laga tersebut bisa dilanjutkan, hingga lapangan benar – benar steril.

“ Dan saya yang meliput tanpa adanya id card panitia, justru jadi bulan – bulanan aparat dan sempat dilakukan pengusiran aparat. Saya juga ingin tertib namun panItia hanya menyiapkan 10 (sepuluh,red) id card untuk liputan, sehingga saya tidak kebagian id card dari  pihak panitia itu,” Tambah Muzakir lagi.

Terpisah Doni Sobri yang tak lain Sekretaris PWI Merangin menyayangkan apa yang dilakukan pihak aparat dengan melakukan pengusiran terhadap dua jurnalis lokal yang tengah melakukan liputan.

” Saya harap ini tidak kembali terjadi dikemudian hari, menunjukan id card  sebagai pewarta, saya pikir sudah cukup, tidak musti melakukan action pengusiran. Karena menghalagi wartawan  melakukan peliputan, jelas melanggar UU Pers Nomor 40 tahun 1999.

“ Dan semustinya pihak panitia bisa menyiapkan id card  yang cukup, agar saat wartawan yang akan melakukan peliputan, bisa mendapatkan id card dari pihak panitia,” Sesal Doni Sobri, dan berharap ke depan aksi koboi  itu, tidak kembali terjadi di Bumi Merangin. (*)

REPORTER : Chatur





LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here