Kehadiran Kejati Jambi di Merangin, Buat Sejumlah Awak Media Kecewa..!

1419
Momen Kejati Jambi saat tiba di Merangin/Ist

MERANGIN,- Kehadiran orang nomor satu ditubuh Adhyaksa Jambi, Kamis, (16/5), atau sekitar pukul 13.00 WIB, menjadi momen besar bagi sejumlah awak media yang bertugas di Merangin.

Namun sayang, kehadiran Kejati Jambi Andi Nuwinah SH MH di Merangin, lewat momen seremoni peresmian gedung mewah Kejari Merangin, benar – benar membuat sejumlah awak media ‘dirundung’ rasa kecewa.

Betapa tidak, usai peresmian gedung mewah kejari Merangin tersebut di gelar atau berakhir sekitar pukul 13.30 WIB,  sejumlah awak media sama sekali tidak diberikan sedikit-pun waktu untuk sedikit saja melakukan wawancara santai terhadap Kejati Jambi.

Bahkan usai acara seremoni tersebut berlangsung, sejumlah media cetak, visual, hingga online sempat menunggu Kejati Jambi tak kurang dari dua jam lebih, disalah satu ruang tunggu kantor Kejari Merangin.

Namun lagi – lagi, hingga pukul 17.00 WIB, sejumlah awak media tak juga mendapatkan kesempatan untuk mengkonfirmasi berbagai persoalan demi persoalan yang terjadi di Merangin, yang tak lebih dari sebuah tugas jurnalistik-nya.

“ Kecewa itu yang pasti. Padahal ada banyak yang perlu kami konfirmasi terhadap Kejati Jambi dibalik momen kehadiranya di Bumi Merangin hari ini. Misal, soal banyaknya laporan yang masuk ke kantong Kejari, namun hanya dua yang bisa menembus meja hijau.

“ Yang lain, terkait penanganan kasus MTQ yang terhenti begitu saja, meski penyelidikan panjang sempat dilakukan Kejari Merangin. Dan lain-nya, tak lebih terkait laporan mantan Napi Joko Wahyono, terkait para penikmat aliran dana TIK yang sempat membuat Joko Wahyono menikmati dingin-nya lantai lapas Bangko,” Beber Rabu Iskandar salah satu pewarta mediua on-line yang bertugas di Merangin.

Kenapa harus dikonfirmasi dengan Kejati Jambi, bukankah lewat Kejari Merangin saja cukup guna menkonfirmasi berbagai persoalan tersebut..? Mensikapi pertanyaan tersebut, Rabu tak ragu menjawab jika sejauh ini, Kejari Merangin terkesan sulit untuk dikonfirmasi berbagai persoalan.

” Selain sulit ditemui, terkadang saat kita mempertanyakan hal tersebut terhadap Kejari Merangin, kita justru kerap diarahkan terhadap kasi Pidsus. Sedangkan kasi Pidsus sendiri kerap beralibi, jika itu bukan wewenang dirinya untuk mengklarifikasi persoalan. Ya, kita sering dibuat bolak balik intinya.

” Dan lebih hebat-nya lagi, jika saja wartawan bisa menembus meja kerja Kejari, berbagai handphone yang tak lain alat penunjang kerja wartawan pun harus ditinggal diluar ruangan Kejari Merangin. Sulit memang, dan terkesan tidak ada tranparansi terhadap masyarakat dalam penanganan berbagi delik perkara korupsi di Merangin” Jelas Rabu yang seakan mewakili kekecewaan sejumlah awak media.(*)

REPORTER : Edo Guntara
EDITOR : Chatur



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here