Kebocoran Masjid Kebanggaan Warga Merangin, Makin “Menggila”, Perbaikan Yang Dilakukan Rekanan Tak Membuahkan Hasil?

147
Potret Didalam Masjid, Saat Hujan Datang. Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Perbaikan demi perbaikan yang dilakukan rekanan proyek CV Mustika Ratu, dengan harapan agar Masjid Agung Baitul Makmur yang tak lain Masjid kebanggaan warga Merangin ini, tidak kembali bocor saat hujan datang, sama sekali belum membuahkan hasil.

Bahkan, pasca dilakukan pembenahan di berbagai atap bangunan diatas cor beton dengan anggaran tak kurang dari Rp 750 Juta, tingkat kebocoran justru semakin parah. Bahkan dek Masjid di berbagai titik nampak mulai mengelupas.

Tak Berlebihan, jika saat hujan datang, maka kondisi didalam Masjid tersebut, tak ubahnya seperti ‘toko kelontongan’. Berbagai ember dengan ukuran besar, terlihat di berbagai titik  lokasi dalam Masjid.” Sangat Memprihatinkan memang. Coba lihat sana, apa yang sudah dibetulin para rekanan sepekan terakhir? Kondisi kebocoran Masjid saat hujan datang justru semakin parah,” Ungkap Sayuti salah seoarang pengurus Masjid Agung Baitul Makmur, bertutur kepada jejakjambi.com, via ponsel tadi malam.

Bahkan para pengurus Masjid saat ini, lanjut Sayuti sudah bersepakat, agar atap seng yang saat ini dipasang dengan anggaran tak kurang dari 750 Juta tersebut, dibuka saja.” Lebih dari itu uang Rp 750 Juta yang dianggarkan, kami minta dikembalikan terhadap negara saja. Biar kami ‘kumpul koin’ untuk benahi kebocoran Masjid ini. Jelas, jika proyek pemasangan atap guna mengantisipasi kebocoran Masjid ini, dilakukan tanpa melalui perencanaan yang matang. Menghamburkan uang rakyat saja, dan sangat memilukan,” Tambah Sayuti yang juga Sekretaris Inspektorat Merangin ini, dengan nada sedikit meledak – ledak saat dikonfirmasi,baru -baru ini.

Meskipun Kamarus Zaman rekanan proyek masih belum berhasil dikonfirmasi, namun PPTK Proyek Zurion menyatakan, jika perbaikan atap bangunan Masjid belum lah tuntas.” Masih terus dilakukan perbaikan, pokoknya saya janji, perbaikan akan terus dilakukan sampai persoalan kebocoran Masjid bisa diatasi,” Janji Zurion.

Seperti pemberitaan sebelumnya, bak ibarat “Body Mulus Mesin Menipu” Kalimat terdepan rasanya tak berlebihan jika dialamatkan terhadap kondisi terkini Masjid Agung Baitul Makmur yang selama ini menjadi salah satu ikon, Bumi Tali Undang Tambang Teliti Merangin.

Hasil investigasi jejakjambi.com, Masjid yang dibangun lewat APBD Merangin sekitar tahun 2010-2011 silam, dengan anggaran tak kurang Rp 21 Miliar rupiah ini, sudah mulai dikeluhkan warga pasca diresmikan sekitar  2011, dampak kebocoran dan rembesan air dari atap bangunan yang terus terjadi saat hujan datang.

Selanjutnya, perbaikan demi perbaikan agar bangunan Masjid, tidak kembali terjadi rembesen air saat hujan datang, terus dilakukan. Dan yang terbaru, Masjid tersebut kembali direnovasi dengan memasang atap yang justru dipasang dibagian atap Masjid yang sebelumnya dicor. Kucuran dana tak kurang dari  Rp 750 Juta, kembali digelontorkan lewat APBD Merangin 2017, dengan harapan kebocoran tidak kembali terjadi.

Namun hasilnya, saat hujan datang kondisi Masjid kebanggaan warga Merangin tersebut, tak ubahnya dengan kondisi sebelum dilakukan pemasangan atap. Bahkan, pemasangan atap yang terlalu dekat dengan batas bangunan cor, membuat kucuran air hujan yang datang, justru masuk dan menerobos Masjid, hingga banjir didalam Masjid tak bisa dihindari.

” Dan beberapa titik didalam bangunan juga masih terus terjadi rembesan air yang tidak sedikit. Sangat memilukan memang, Masjid kebangaan warga Merangin, namun jika hujan justru banjir yang terjadi, ” Ungkap Sayuti salah seoarang pengurus Masjid setempat saat dibincangi, waktu itu. (*)

REPORTER : Chatur



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here