Kaum Milenial Sarolangun Ikuti Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif

69
Suasana sosialisasi pengawasan partisipatif kaum milenial Sarolangun/Ist

SAROLANGUN,- Demi terujudnya Pemilu yang Jurdil, terbuka, Proporsional, Profesional,  Akuntabel dan berintegritas, Bawaslu Sarolangun menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif bagi kaum Milenial, Sabtu (19/10) di salah satu hotel Sarolangun dalam rangka kilas balik pengawasan Pemilu 2019 dan persiapan pengawasan Pilkada  tahun 2020.

Ketua Bawaslu Sarolangun Edi Martono, SE menyebut kilas balik merupakan Kajian tentang apa yang telah dicapai pada Pemilu Sebelumnya, termasuk perolehan peringkat Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dan berupaya untuk nilai yang lebih baik.

” Pada Pemilu sebelumnya, IKP atas penilaian lima instrumen, memposisikan Kabupaten Sarolangun pada urutan ke 4 Nasional, untuk Pilkada yang akan datang kita akan berupaya untuk nilai lebih baik,” ucap Edi Martono.

Lebih jauh Edi Martono mengungkapkan, kejadian pemilu yang lalu, di satu kecamatan ada yang sampai ke ranah hukum, ada kejadian yang diplenokan di tingkat Kabupaten dan ada upaya PSU di salah satu kecamatan lain-nya.

” Pemilu dan Pilkada adalah pesta kita dan milik kita semua, mari kita ciptakan Sarolangun bersih mencapai Pemilu Jurdil,” lanjut Edi Martono.

Sosialisasi diikuti ratusan kaum milenial yang terdiri dari Mahasiswa, Siswa, OKP (HMI, GP Ansor, KNPI, PMII) dan Pemuda.

Selain Ketua Edi Martono, pada momen edukasi pengawasan ini, pemaparan materi juga disampaikan unsur pimpinan Bawaslu Kabupaten Sarolangun Mudrika, SH, MH dan Johan Iswadi, SP.

Dalam pemaparan-nya, Mudrika menyebut yang berkewajiban mengawasi Pemilu bukan hanya Bawaslu dan jajarannya.

” Pada hakikatnya semua kita berhak mengawasi Pemilu sesuai Undang – Undang. Didalam Undang-undang juga diatur hak partisipasi masyarakat dalam pengawaaan pemilu,” ucap Mudrika mengawali materi-nya.

” Karena kita berkewajiban dan bertanggung jawab atas terpilihnya pemimpin yang duduk di legislatif atau pimpinan daerah dan Bawaslu bekerja seadil mungkin dengan tidak merugikan siapa pun,” jelas Mudrika.

Materi tentang peran kaum milenial dalam pengawasan Pilkada disampaikan Johan Iswadi,

” Kita berharap banyak dengan kaum milenial, buktikan idealisme dan semangat dalam demokrasi,” imbuh Johan Iswadi.

Pada akhir materi digelar diskusi bersama peserta dengan semangat milenial berisi pemahaman dan sumbang saran pemikiran dan diskusi berjalan dengan lancar. (*)

REPORTER : Abah Agus
EDITOR : Chatur



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here