Kasus Dugaan Korupsi MTQ Merangin Dalam Pusaran

211
LOKASI : lokasi MTQ tingkat Provinsi Jambi, yang digelar di Merangin. Foto Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM – Tak berlebihan, jika kabar gonjang – ganjing kasus dugaan korupsi, lewat event relegius Musabaqoh Tilawatil Alquran (MTQ), tingkat provinsi Jambi,  dengan tuan rumah Bumi Merangin 2016 lalu, sudah cukup hangat terdengar ditelinga warga.

Itu terjadi, lantaran cukup gencarnya berbagai pemberitaan media atas dugaan korupsi dalam event seni baca Al-quran itu.  Sejauh ini, dari berbagai informasi yang berhasil dikumpulkan jejakjambi.com, dugaan tak beres pada event  tahunan tersebut, diduga terjadi pada berbagai pengadaan barang dan jasa dalam event tersebut.

Misal, terkait pengadaan baju kafila dan perlengkapanya, baju dewan hakim dan perlengkapanya, pengadaan tas, hingga pengadaan lain dan perlengkapanya, yang jumlahnya diduga mencapai angka ratusan juta rupiah.

“ Setahu saya hal tersebut yang menjadi titik laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Sapu Rata dibawah komando ketua Umum Mirza,” Ungkap salah seorang staf diBagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Setda Pemkab Merangin, yang wanti – wanti namanya tidak dicatut, saat bertutur kepada jejakjambi.com, Senin, (22/5), sekitar pukul 15.00 WIB.

Memang diakui sumber terpercaya jejakjambi.com  itu, sebagai staf yang tidak terlalu dilibatkan dalam persoalan tersebut, dirinya belum bisa merinci angka pasti, berapa anggaran masing – masing pengadaan barang dan jasa dalam proyek yang ada saat MTQ berlangsung.

” Saya belum tahu pasti soal rincian anggaran masing – masing pengadaan barang dan jasa yang diduga dimark up para rekanan yang dipercaya dalam berbagai proyek itu. Yang jelas angkanya ratusan juta mas ,” Telaahnya.

Hal yang menarik lainnya, tambah sumber jejakjambi.com tersebut, pihak Kesra dalam hal ini, pejabat berinisial Az yang saat event berlangsung, menjabat sebagai  Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), pengadaan barang dan jasa itu, justru ingin ‘menyumbat’ pelapor kasus tersebut dengan uang  senilai Rp 15 Juta, agar bungkam, dan menutup  rapat – rapat kasus tersebut.

“ Itu yang saya tahu, berutung kalau saya tidak salah informasi, pihak pelapor justru menolak menerima uang tutup mulut tersebut dari pejabat kesra berinisial Az. Kabar tersebut saya dengar, Minggu, (21/5), sekitar pukul 15.00 WIB.

“ Sejatinya, jika  memang dana MTQ tersebut sudah diperuntuhkan sesuai dengan aturan main, ngapain pula pejabat Kesra Pemkab Merangin berinisial Az  itu, pake acara mau sumbat mulut pelapor,” Jelasnya.

Tak kalah menarik dari kabar tersebut diatas, pihak pelapor sendiri dalam hal ini, ketua  LSM Sapu Rata  Mirza, malah enggan   menanggapi soal dirinya akan disuap pihak Kesra baru – baru ini.

” No Comment saya soal itu, yang pasti setahu saya kasus tersebut, masih dalam penyelidikan aparat Adhiyaksa Bangko,”  Ucap Mirza coba mengelak saat ditanya soal dugaan suap yang sempat ditawarkan pejabat Kesra terhadap dirinya.

Tak kalah seruh, jika sebelumnya diberbagai pemberitaan yang beredar, pihak Kejari Bangko mengakui adanya pemeriksaan sejumlah pejabat Merangin yang tersandung dugaan kasus itu, namun kali ini pihak Kejari Bangko dalam hal ini, Kasi Pidsus Roy Carles justru meyangkal sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, termasuk dalam hal ini Sekda Merangin H Sibawaihi .

” Kita masih mengumpulkan data kok, terkait laporan LSM Sapu Rata tersebut, belum ada pejabat dan dimintai keterangan. Iya istilahnya kita masih pengumpulan data lah,” Ungkap Roy, saat coba dikonfirmasi terkait kejelasan status kasus tersebut.

Dilain kesempatan, pejabat kesra berinisial Az yang diduga akan menyuap pelapor, belum memberikan tanggapan terkait dugaan tersebut. Saat dihubungi dinomornya 081274463XX Az belum mau memberikan hak jawab terkait tudingan itu. Bahkan Short Message service (SMS), atas konfirmasi persoalan tersebut pun, belum ada tanggapan. (*)

REPORTER : Chatur







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here