Kasus Dugaan Asmara Terlarang Bupati Merangin, Memasuki Babak Baru

105
KETERANGAN : Tampak Hj Teti (Menggunakan jas merah, red) dibalut kaos warna hitam sesaat usai memberikan keterangan terhadap penyidik aparat Polres Merangin Kamis, (6/7).

MERANGIN, JEJAKJAMBI.COM – Kekhawatiran banyak pihak, jika kasus dugaan asusila yang ditudingkan terhadap Bupati Merangin Al-haris, tidak akan mampu berjalan sebagaimana mestinya, sama sekali tidak terbukti.

Betapa tidak, pasca kasus dugaan asusila  tersebut dilaporkan Elvina Meriza melalui sang suami  Janliardi alias Aan Koto, ke Mapolres Merangin, Senin, (3/7), atau sekitar pukul 13.00 WIB, aparat Polres Merangin dibawah komando AKBP Aman Guntoro SIK, teryata sudah bergerak dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi, dalam perkara kasus tersebut.

Dari informasi yang berhasil dihimpun jejakjambi.com, saksi Hj Teti menjadi orang pertama, yang dipanggil penyidik Polres Merangin, guna dimintai keterangan sebagai saksi pelapor, Kamis, (6/7), atau sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat pemanggilan terjadi, tak kurang dari 3 jam, saksi Hj Teti menjalani pemeriksaan secara intensif aparat.

” Ya, tak kurang dari tiga jam, saya menjalani pemeriksaan sebagai saksi, dalam kasus  asusila yang menimpa Elvina Mirza atas terlapor Bupati Merangin Al-haris. Dan status saya dalam pemeriksaan tersebut tak lain sebagai saksi pelapor,” Ungkap Hj Teti, kepada jejakjambi.com, satu jam usai jalani pemeriksaan di Mapolres Merangin.

Dikatakan Hj Teti, sebagai saksi pelapor dirinya hanya memberikan keterangan yang dipertanyakan penyidik. Bahkan lanjutnya, dari berbagai pertanyaan yang dilayangkan penyidik, (maaf, pembicaraan dugaan phone sex, red) seakan menjadi pertanyaan yang cukup dikejar penyidik.

“ Awalnya saya tidak tahu dengan persoalan yang menimpa korban Elvina Meriza dan (maaf, Bupati Merangin Al-haris, sebagai terlapor,red),” Terang Hj Teti.

Masih dikatakan Hj Teti dalam keteranganya di depan penyidik, dirinya baru tahu jika terlapor sering menelpon korban Elvina Mirza, saat dirinya mengikuti acara partai demokrat di Jambi, yang saat itu berlangsung di hotel Bungo Kincai, sekitar 2014.

Diselah waktu istirahat acara partai itulah, diduga HjTeti mengetahui jika Bupati Merangin kerap menelpon Elvina Meriza.

” Saat itu saya bersama korban Elvina Meriza  sedang ada diloby hotel, usai acara partai sekitar pukul 15.00 WIB. Saat kami sedang ngobrol – ngobrol diloby hotel, tiba tiba Elvina Meriza beranjak dari kursi dan seakan mau menuju kamar hotel.

“ Namun belum tiba dikamar, tiba – tiba korban Elvina Meriza  kembali ke-loby, dan mengatakan kepada saya jika Bupati Merangin yang menelpon. Saya bilang ke Elvina ya, diangkat. Namun saat itu Elvina enggan mengangkat telp, sembari mengatakan jika Bupati Merangin (maaf, kanji atau genit,red,” Tambah  Hj Teti

Tak hanya sebatas itu saja, merasa tidak diangkat saat Elvina Meriza menuju kamar hotel,  Bupati Merangin kembali menelpon Elvina Meriza saat kami berada dikamar hotel.

” Nah saat kami ngobrol ngobrol dikamar hotel sembari meluruskan pinggang, saat itu korban Elvina Meriza sudah masuk kamar mandi. Belum lama berada dikamar mandi, tiba tiba ponselnya Elvina Meriza kembali berdering,” Timpal Hj Teti lagi.

Karena kebetulan Hj Teti berada dekat dengan ponsel Elvina Meriza, Hj teti pun mengambil ponsel tersebut dan menggedor pintu kamar mandi, untuk menyerahkan ponsel Elvina Meriza yang saat itu sudah berada dikamar mandi .

“ Dan saat itu, korban Elvina Meriza keluar dari kamar mandi, dengan hanya mengenakan handuk dibadan. Nah, saat itu suara yang katanya Elvina Mirza tersebut merupakan suara Bupati Merangin. Dan handphone pun dispeakerkan Elvina Meriza. Begini, setidaknya pembicaraan yang saya dengar. Suara yang katanya Bupati Merangin…. sedang apa dik, Elvina jawab…. mau mandi . Suara yang katanya Bupati Merangin….Buka baju dik? Elvina jawab… Ya, orang mandi tentu buka baju lah ,  Suara yang katanya Bupati Merangin….naiklah ke kasur dik? Suara yang katanya Bupati Merangin….  hingga bla,, bla,,, bla,,,,  rasanya tak layak saya umbar dimedia ini hingga akhirnya Elvina menutup ponsel dengan alasan mau mandi ,” Terang Hj Teti, dalam kesaksianya di Mapolres Merangin.

Sementara itu, Elvina Meriza yang coba dikonmfirmasi ulang jejakjambi.com menyatakan, jika awal mula dirinya kenal dengan Bupati Merangin tahun 2013, namun kejadian yang didengar saksi Hj Teti tersebut, Februari 2014, sekitar pukul 15.00 WIB. “  Saat itu saya dan teti sedang mengikuti pembekalan  Calon Legislatif (Caleg) dari partai Demokrat,” Jelas Elvia saat dikonfirmasi ulang.

Sementara itu, Kapolres Merangin AKBP Aman Guntoro melalui, Kasat Reskrim AKP Alhajat membenarkan, jika satu saksi pelapor Hj Teti, sudah dimintai keterangan aparat, terkait kasus yang menimpa Elvina Meriza atas terlapor Bupati Merangin, ” Tukasnya.

Dikesempatan lain, Bupati Merangin Al-haris, yang dituding dalam laporan kurang senonoh tersebut, masih belum memberikan tanggapan. Short Mesagge Service (SMS), dinomor 0812-893-20xxx, dan nomor 0812-869-46xxx yang ditenggarai milik Bupati Merangin yang sempat dilayangkan jejakjambi.com  masih belum ditanggapi orang nomor satu di Merangin. (*)

REPORTER : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here