Kapus Rantau Panjang Sempat Dimintai Keterangan Aparat? ‘Sinyal’ Dugaan Pemotongan Uang BPJS Bakal Melebar?

1599
Potret Puskemas Rantau Panjang/Ist

MERANGIN,- Diam- diam beberapa waktu lalu Tim Unit Tipikor Polres Merangin dibawah pimpinan Kasat Reskrim Polres Merangin AKP Dhadhang Anindito, sempat melakukan pemanggilan dan meminta keterangan terhadap Kepala Puskesmas (Kapus) Rantau Panjang inisial Per.

Lalu persoalan apa yang melatar belakangi pemanggilan ‘sang’ kepala puskesmas? Apakah terkait tudingan pemotongan 30 persen uang bagi hasil Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Puskesmas setempat?

Atau justru penyelidikan ini bakal ‘melebar’ terhadap tudingan pemotongan fee 10 persen yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, disetiap puskesmas yang ada di Merangin, seperti kabar yang sempat menjadi viral di Media Sosial (Medsos) Facebook, atas surat terbuka akun facebook Siti Qumaryah yang mengatas namakan petugas puskemas?

BACA JUGA : Surat Terbuka Lewat Medsos, Terkait Dugaan Pungli Oknum Dinkes Merangin Mencuat..! Siapa Pelakunya..?

Sejauh ini, memang  masih belum ada informasi yang pasti arah pemanggilan Kapus yang dilakukan Polres Merangin? Atau mungkin, lantaran persoalan ini masih ‘terlalu pagi’ untuk dibongkar kepermukaan.

Meski demikian dari informasi yang didapat media ini, Kapus Rantau Panjang inisial Per sendiri sudah mengakui jika sekitar sepekan sebelum lebaran idul fitri tahun ini, Ia memang sempat mendatangi Polres Merangin, guna memberikan keterangan terhadap aparat penyidik tipikor Polres Merangin.

“ Benar saya dipanggil pihak Polres Merangin beberapa waktu lalu, atau satu minggu sebelum lebaran.

” Dan saat itu saya ditanya soal dugaan pemotongan fee 30 persen yang ditudingkan terhadap saya di puskesmas Rantau Panjang,” Kata Kapus Rantau Panjang Inisial Per mengawali perbincangannya saat dikonfirmasi jejakjambi.com lewat sambungan seluler baru-baru ini.

Masih dari keterangan inisial Per, jika pemotongan 30 persen seperti yang ditudingkan terhadap dirinya itu, sama sekali tidak benar.

“ Kita, sama sekali tidak ada pemotongan 30 persen atas uang bagi hasil BPJS yang diterima Puskesmas Rantau Panjang ini, namun kalau saya minta sumbangan terhadap petugas puskesmas disini atas pencairan uang bagi hasil BPJS tersebut, benar ada.

” Tapi itu kan sei-klasnya guna membantu uang operasional Puskesmas Rantau Panjang bukan uang itu untuk saya pakai pribadi. Dan sama sekali tidak ada unsur pemaksaan disana. Dan keterangan ini juga sudah saya sampaikan terhadap penyidik Polres saat saya dimintai keterangan,” Terang inisial Per.

Lalu apakah ada pertanyaan dari penyidik, yang mengarah terhadap instansi Dinkes Merangin, soal dugaan pemotongan 10 persen masih soal uang bagi hasil PBJS di berbagai Puskemas yang ada di Merangin? Dari pertanyaan tersebut inisial Per mengakui ada pertanyaan tersebut.

“ Namun sudah saya klarifikasi terhadap penyidik, tidak ada pemotongan 10 persen yang dilakukan petugas Dinkes Merangin, terkait pencairan dana BPJS di Puskesmas Rantau panjang, kalau puskesmas lain saya tidak tahu,” Tambah Inisial Per.

Lebih jauh inisial Per juga mengakui selain dirinya, juga bendahara Puskesmas Rantau Panjang inisial Rah, juga dimintai keterangan penyidik Polres Merangin.

” Dan sampai saat ini, belum ada pemanggilan lagi dari pihak Polres Merangin, mungkin sudah clear persoalan ini, atau tidak ada masalah lagi,” Sebutnya.

Sementara itu Kapolres Merangin AKBP M Lutfi  SIK saat dikonfirmasi apakah Polres Merangin tengah melakukan penyelidikan terkait pemotongan fee bagi hasil uang BPJS, yang ditudingkan terhadap Puskemas Rantau panjang, hingga dugaan pemotongan fee 10 persen yang dilakukan Dinkes Merangin terhadap puskesmas yang ada di Merangin?

Singkat Kapolres Merangin menanggapi pertanyaan tersebut, dengan pernyataan belum ada laporan dari pihak Reskrim.

” Soal itu belum ada laporan yang masuk ke meja kerja saya, jadi saya belum bisa memberikan keterangan,” Tukas Perwira dengan pangkat dua melati dipundaknya itu.

Dikesempatan yang berbeda Kadinkes Merangin Abdai memberikan penyangkalan keras soal tudingan adanya dugaan pemotongan fee 10 persen yang dilakukan petugas Dinkes Merangin, dari uang bagi hasil jasa BPJS terhadap puskesmas  yang ada di Merangin.

“ Selama ini, sama sekali tidak ada perintah dari saya agar uang BPJS yang cair dari puskemas untuk dipotong. Itu tidak ada sama sekali,” Tegas Abdai.(*)

REPORTER : Chatur
















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here