“Kami Juga Butuh Makan Pak” Emak Emak Pedagang di Pasar Baru Keluhkan Penertiban Yang Dilakukan Satpol PP

713
Potret Pedagang Pasar Baru/Ist

MERANGIN,- Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang keseharian-nya menjajahkan barang dagangan ‘ala kadarnya’ dikawasan tepi jalan pasar baru Bangko, yang tak lain  salah satu pusat pasar tradisional yang ada di Merangin, dibuat menjerit, atau Rabu, (8/5).

Betapa tidak, disaat para pedagang berbagai kebutuhan sehari hari tersebut, tengah asyik menjajahkan barang dagangan-nya dipasar setempat, tiba – tiba sekitar pukul 10.15 WIB, puluhan anggota Satpol PP Merangin meringsek masuk, hingga merobohkan lapak PKL setempat.

Sontak, aksi para penegak Perda Merangin tersebut, membuat panik para pedagang. Apalagi sejauh ini, dari pengakuan para pedagang, penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP tersebut, sama sekali tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu terhadap para pedagang.

“ Kami juga butuh makan pak, jangan se-enaknya saja mengusir kami para pedagang kecil ini. Minimal kasih tahu lah terlebih dahulu, sebelum melakukan penertiban, ini sama sekali tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu,” Ungkap Ibu Eli salah satu pedagang setempat, yang lapak dagangannya sempat ikut dibongkar petugas pada hari naas itu.

Padahal lanjut Eli, saat petugas Satpol PP Merangin meringsek dan menutup lapak pedagang, aktivitas jual beli tengah berlangsung ramai.

“ Saking kesalnya para pedagang atas aksi penertiban yang dilakukan Satpol PP Merangin yang tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu, salah satu pedagang setempat, sempat melakukan aksi protes buka celana di tengah aktivitas penertiban,” Cetus Ibu Eli, sedikit  seronok, seraya mengatakan, apalagi pengusiran yang dirasakan pedagang, tidak ada solusi dimana lagi para pedagang bisa berjualan hanya demi untuk bertahan hidup.

Sementara itu, Kasat Satpol PP Merangin Akmal Zen melalui Harianto Kabid Tibum membenarkan, jika pihaknya sempat melakukan penertiban pedagang yang berjualan dibibir jalan pasar baru Bangko.

“ Kalau dibilang tidak ada pemberitahuan itu tidak benar, sudah sering kita beritahu terhadap para pedagang, namun mereka tetap membandel. Makanya kita tertibkan agar tidak kembali berjualan dibibir jalan demi kelancaran arus baik pejalan kaki, maupun Roda Dua yang berlalu lalang,” Tegas Harianto

Soal mereka mau berjualan dimana lanjut Harianto,memang sejauh ini masih seutuhnya diserahkan terhadap pedagang itu sendiri.” Mau dimana silakan atur, yang penting jangan jualan dibibir jalan itu saja pinta kita,” Tukasnya. (*)

REPORTER : Edo Guntara
EDITOR : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here