Kades Simpang Limbur dan Terlapor Inisial Ar Jalani Pemeriksaan Penyidik..! Ini Terkait Dugaan Pungli Sertifikat Prona…

510
Kasat Reskrim Polres Merangin IPTU Hairunnas/Ist

MERANGIN,- Kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli), Sertifikat Prona, Desa Simpang Limbur, Pamenang Barat, Merangin, dengan terlapor inisial Ar, memasuki babak baru.

Informasi terbaru yang didapat jejakjambi.com, selain Kades Simpang Limbur  yang belakangan diketahui bernama Helmi, Senin, (12/11), atau sekitar pukul 10.30 WIB, sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi, atas dugaan kasus tersebut.

Terlapor inisial Ar, juga pada hari yang sama, juga diambil keterangan di Mapolres Merangin, atas laporan Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI), Merangin (LGMI), beberapa waktu lalu.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Hairunnas membenarkan, jika Kades Simpang Limbur maupun terlapor Ar hari ini sudah menjalani pemeriksaan.

“ Sejauh ini, mereka berdua baik Helmi maupun terlapor Ar,  baru menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas laporan dugaan Pungli Sertifikat Prona Simpang Limbur. Sedangkan untuk hasil pemeriksaan belum bisa saya sampaikan hari ini,” Katanya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, dugaan Pungutan Liar (Pungli), lewat pembuatan program sertifikat prona, kembali menggelinding, di Bumi Tali Undang Tambang Teliti Merangin.

Kebocoran dugaan Pungli lewat pembuatan sertifikat prona 2017 ini, diketahui dari laporan Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI), Merangin, dibawah koordinator Fitri.

Melalui lembaga-nya tersebut, Fitri mengaku sudah melaporkan adanya dugaan Pungli pembuatan sertifikat prona ini, ke Mapolres Merangin, Rabu (18/7), atau sekitar pukul 12.00 WIB.

” Ya, ada dugaan Pungli pembuatan sertifikat prona tahun 2017, dengan angka jutaan rupiah yang kami temukan dari hasil investigasi LGMI.

” Oknum berinisial Ar, yang tak lain wakil BPD Desa Simpang Limbur, Pamenang Barat, yang kami laporkan dalam kasus ini,” Ujar Fitri  koordinator LGMI Merangin, saat itu.

Melalui laporan yang sudah dilayangkanya tersebut, Fitri berharap terhadap Polres Merangin dapat cepat mensikapi-nya, guna diproses hukum.

” Sejauh ini, ada dua pengakuan warga diatas materai 6 ribu yang kami dapat. Kedua warga tersebut  mengaku dipungli atas pembuatan sertifikat prona oleh pelaku inisial Ar, senilai 1,5 juta – 1,6 Juta,”Timpalnya seraya mengatakan, jika ditahun 2017, program pembuatan sertifikat prona di Desa Limbur Merangin tercatat kouta tak kurang dari 1.200 program sertifikat prona.(*)

BACA JUGA : Dugaan Pungli Prona Desa Simpang Limbur, LGMI Merangin Sempat Video-kan Keterangan Saksi Korban..

BACA JUGA : Ini “Surat Sakti” Pengakuan Warga Diatas Materai..! Terkait Dugaan Pungli Prona..!

BACA JUGA : Ini “Surat Sakti” Pengakuan Warga Diatas Materai..! Terkait Dugaan Pungli Prona..!

BACA JUIGA : Soal laporan LGMI, Inisial Ar Sangkal Lakukan Pungli Sertifikat Prona

REPORTER : Rabu Iskandar
EDITOR : Chatur






LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here