Kacau,,, Suplai Pupuk Subsidi Merangin Diduga “Bocor”

349
PUPUK SUBSIDI : Tampak sebagian pupuk subsidi jenis Phonska, yang diduga tersuplai bukan pada tempatnya. Foto Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM –  Kesulitan para petani di Bumi Tali Undang Tambang Teliti, Merangin untuk mendapatkan pupuk subsidi, sedikit terjawab. Diduga pupuk berlogo ‘dibawah pengawasan pemerintah’ tersebut, kerap terjadi penyimpangan saat dilakukan penyaluran pupuk ditingkat petani.

Dan baru – baru ini, dibawah genderang perang Mirza yang tak lain ketua umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapurata, mendapati laporan dari masyarakat, terkait keberadan tumpukan karung berisi pupuk bersubsidi jenis Phonska dengan jumlah tak wajar, dipekarangan salah seoarang warga diwilayah Desa Pulau Tujuh (B4), Pamenang Barat, Merangin.

Berbuah laporan tersebut Mirza mengaku, pihaknya coba mensambangi rumah cukup mewah tersebut, yang belakangan diketahui pemilik rumah tersebut bernama Suroto. Sayang lanjut Mirza, saat pihaknya tiba dikediaman Suroto, Selasa, (30/5), sekitar pukul 15.00 WIB, sang pemilik rumah sedang berada di Jambi.

“ Saat kami tiba dirumah tersebut, sang pemilik rumah tidak berada ditempat, jadi kami  hanya bertemu dengan istri Suroto saat itu,” Terang Mirza mengawali cerita investigasinya, kepada jejakjambi.com.

Dari pengakuan istri Suroto lanjut Mirza,  sang istri tidak begitu tahu terkait dari mana suaminya mendapatkan pupuk subsidi  dalam jumlah banyak itu. Hanya saja sang istri  mengatakan, jika jumlah pupuk yang ada ini, sebagian sudah dibawa ke kebun untuk kebutuhan tanaman sawitnya.

” Ini sudah dikit pak, kalau kemarin jumlah pupuk subsidi ini, setinggi kepala orang dewasa pak, dengan lebar segitu itu. Untuk jumlahnya saya tidak tahu,” Jelas Sang Istri, sembari memberikan nomor ponsel suaminya, agar LSM Sapurata bisa menghubungi suaminya saja, terkait keberadaan pupuk subsidi tersebut.

Dari pengakuan Suroto saat dihubungi via telp lanjut Mirza, dirinya (Suroto,red)  mengaku mendapatkan pupuk subsidi tersebut dari seseoarang bernama  Riyanto, yang tak lain warga Dusun 4 (B4), Pamenang Barat.“ Saya beli pupuk tersebut dengan harga Rp 160 Ribu/ karung. Dan saya beli sebanyak 22 karung atau satu ton lebih dari Riyanto ,” Jelasnya.

Apakah Riyanto pengecer resmi pupuk subsidi diwilayah setempat? Mensikapi pertanyaan tersebut, kepada Mirza  lagi – lagi Suroto mengaku sama sekali tidak tahu. “ Tanya aja langsung kepada Riyanto saya tidak tahu dia ( Riyanto,red) mendapatkan pupuk tersebut dari mana, dan apakah Riyanto itu pengecer resmi pupuk subsidi, ” Jelasnya,sedikit coba menutupi fakta yang ada.

Sementara itu, informasi  lain yang berhasil digali jejakjambi com dari beberapa warga setempat, diduga kuat jika Riyanto bukanlah pengecer resmi pupuk subsidi  diwilayah setempat. Meski bukan sebagai pengecer pupuk bersubsidi, namun warga sekitar mengenal sosok Riyanto sebagai penjual pupuk subsidi.

”Riyanto mana pak, disini cuma satu nama Riyanto. Warga disini mengenal Riyanto sebagai penjual pupuk subsidi,” Jelas salah seorang warga setempat yang minta namanya tidak dicatut saat dibincangi  jejakjambi.com.

Lalu dari mana Riyanto mendapatkan pupuk subsidi tersebut jika dirinya bukanlah pengecer resmi pupuk Subsidi ? Teka – teki ini, yang masih menjadi tanda tanya besar jejakjambi.com. Dugaanya ada pihak – pihak tertentu yang coba bermain dan menyuplai pupuk subsidi terhadap sosok Riyanto.

“ Kondisi ini sangat merugikan petani yang benar – benar membutuhkan pupuk subsidi. Dan terkait sedikit temuan ini, saya harap aparat terkait termasuk aparat Polres Merangin dapat cepat mensikapi dugaan kebocoran suplai pupuk subsidi yang terjadi di salah satu titik wilayah Merangin ini,” Tegas Mirza, seraya mengatakan jika kasus dugaan penyimpangan pupuk bersubsidi ini, akan terus didalaminya, guna membongkar siapa aktor dibalik permainan ‘kotor’ suplai pupuk subsidi tersebut.  (*)

REPORTER : Chatur








LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here