Jika Hujan Datang, Proses Belajar Mengajar Terpaksa Dihentikan. Satu Diantara Potret Buram Dunia Pendidikan Merangin?

115
POTRET : Potret miris belajar mengajar SD Negeri 85/VI, Baru Nalo, Nalo Tantan, Merangin/Foto Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Menyedihkan. Begitu setidaknya kalimat yang akan terlontar saat melihat secara langsung kondisi para anak didik SD Negeri 85/VI, Baru Nalo, Nalo Tantan, Merangin, yang tengah mengenyam pendidikan disekolah setempat.

Betapa tidak, bangunan reot bekas perumahan sekolah yang tinggal menunggu momen ambruk ini, terpaksa difungsikan pihak sekolah,  agar proses belajar mengajar tetap terlaksana. Tak hanya kondisi bangunan yang menunggu ambruk, aktivitas belajar mengajar pun tak jarang dihentikan saat hujan datang, lantaran atap bangunan terjadi kebocoran dimana – mana.

“Kita mau gimana lagi, memang sudah dua tahun terakhir kita kekurangan lokal belajar. Dan itu yang belajar di eks perumahan guru tersebut, hanya murid kelas enam  dan murid kelas dua. Dan kondisi ini, sudah berlangsung  sejak dua tahun terakhir,”Ujar Fatimah yang tak lain Kepsek SD Negeri 85/VI, Baru Nalo, Nalo Tantan, Merangin,saat dibincangi jejakjambi.com baru baru ini.

Fatimah sendiri tidak menapik, saat musim hujan tiba, maka proses belajar mengajar akan sangat terganggu.” Iya itu tadi, karena bangunan ini kan sudah tua, jadi banyak yang sudah bocor,” Jelasnya.

Tak hanya mirisnya persoalan fasilitas, namun sejumlah guru yang mengabdi disekolah setempat dengan total 9 guru,  teryata masih berstatus honorer.” Iya, Alhamdulillah sampai saat ini baru saya yang berstatus PNS di sekolah ini, dan selebihnya guru berstatus honor,” Jelasnya, nampak tetap bersemangat saat dibincangi.

Besar harapan Fatimah, berbagai persoalan yang ada disekolahnya tersebut, dapat sedikit menjadi perhatian Pemkab Merangin melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin.” Setidaknya  bisa jadi perhatian Pemkab Merangin, agar mutu pendidikan bisa lebih baik tentunya,” Ucapnya penuh harap.

Sementara itu, salah satu siswi  SD kelas 6 setempat dan mengaku bernama Miranti saat coba diajak bicara, tak banyak kata yang Ia sampaikan. ” Memang kalau hujan, buku kami sering basah Pak akibat atap yang banyak bocor. Biar kondisinya begini, tapi kami juga ingin pintar pak dan kami tetap semangat kok ,” Timpalnya.(*) 

REPORTER : Chatur

 



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here