Jaksa Rasyid Sangkal Terima Uang Pelicin Rp 20 Juta,Terkait Dugaan Markus Trenggiling? Lalu Siapa Yang Bermain Dalam Kasus Ini ?

22
Ilustrasi/Ist

MERANGIN, JEJAKJAMBI,- Mungkin pembaca masih ingat dengan kasus jual beli hewan trenggiling yang menimpa Alfiandi (40), dan Adam (42), yang tak lain warga Bangko,Merangin. Dimana beberapa waktu lalu, atau 21 Januari 2017, sekitar pukul 19.30 WIB, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP), kawasan Desa Tambang Baru, Tabir Lintas, kedua tersangka ditangkap aparat Polres Merangin.

Jika memang sudah ingat, beberapa waktu lalu, kasus tersebut sejatinya sudah divonis Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN), Bangko, dengan hukuman kedua terdakwa baik Alfiandi dan Adam, hukuman 7 bulan kurungan penjara. Saat itu kasus tersebut, dikawal Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejari Bangko Rasyid, dan Penasehat Hukum (PH) Abu Djailani. Sedangkan ketua Majelis hakim, masih belum terbongkar atas nama siapa?

Tak hanya sampai disitu saja, ada hal yang menarik dari perjalanan kasus tersebut. Dimana kasus tersebut, kental ber-aroma  makelar kasus atau akrab dengan sebutan Markus. Pasalnya, paska kasus tersebut berjalan, baik itu terdakwa Alfiandi (40), maupun terdakwa  Adam (42), yang tak lain suami dari  Desi (34), dan Nofi (34), melalui PH-nya Abu Djailani, sempat melaporkan kasus dugaan penipuan terhadap Dedi Aswida ke Mapolres Merangin, yang telah menerima uang dari kedua istri terdakwa Alfiandi dan Adam senilai Rp 56 Juta.

Saat itu, kedua istri terdakwa percaya terhadap Dedi Aswida, jika Dedi Aswida bisa menuntaskan kasus kedua suami mereka yang berperkara dalam kasus jual beli hewan trenggiling, bisa bebas tanpa harus kedua suaminya Alfiandi dan Adam menyentuh meja hijau.

“ Itu benar adanya. Namun  persoalan itu sudah saya selesaikan secara kekeluargaan. Uang senilai Rp 56 juta yang saya terima dari kedua istri terdakwa Nofi dan Desi sudah saya kembalikan. Dan kedua istri  terdakwa sudah menyabut berkas yang dilaporkanya ke Mapolres Merangin beberapa waktu lalu. Dan intinya, kami memang sudah berdamai secara kekeluargaan dan sudah tak ada persoalan hukum lagi ,” Ungkap Dedi Aswida, kepada jejakjambi.com, baru – baru ini.

Lalu bagaimana proses pembayaran uang Rp 56 juta yang dikembalikan Dedi Aswida terhadap kedua istri terdakwa ? Menanggapi  pertanyaan tersebut Dedi Aswida mengatakan, jika dirinya melakukan proses pembayaran, melalui dua tahap terhadap kedua istri terdakwa, sesuai dengan perjanjian.

“ Yang pertama saya kembalikan Rp 40 Juta langsung terhadap Abu Djailani yang dipercaya kedua istri terdakwa sebagai PH-nya. Dan kedua Rp 16 Juta. Setelah itu berkas dicabut, lewat perdamaian dengan kedua istri terdakwa kasus trenggiling,” Timpal Dedi Aswida seraya mengatakan, jika dirinya sudah tidak ada persoalan hukum lagi dengan kedua istri terdakwa.

Sementara itu, Nofi yang tak lain istri dari salah satu terdakwa kasus trenggiling mengaku, jika uang pembayaran pertama yang dilakukan Dedi Aswida senilai Rp 40 Juta sama sekali tidak diterima pihak-nya.

Uang tersebut lanjut Nofi diserahkan terhadap PH-nya Abu Djailani, dengan harapan Abu Djailani, bisa mengurus kedua suaminya yang berperkara di Pengadilan Negeri (PN) Bangko, agar kedua suaminya bisa diringankan hukuma-nya saat itu.

“ Jadi sama sekali saya tak tahu kemana Abu Djailani membawa uang tersebut. Apakah benar sudah diserahkan terhadap jaksa Rasyid maupun hakim yang mengawal sidang tersebut, atau tidak. Karena yang tahu Cuma PH saya Abu Djailani,” Jelasnya saat itu.

Sedangkan sisanya lanjut Nofi, senilai Rp 16 juta, diserahkan langsung Dedi Aswida terhadap dirinya yang disaksikan PH-nya Abu Djailani.” Dan penyerahan uang Rp 16 juta  itu, disaksikan Abu Djailani sebagai PH-nya saat itu ,” Ungkap Nofi lagi, seraya mengatakan agar persoalan tersebut, tidak perlu diperpanjang lagi, lantaran dirinya sudah ikhlas menerima.

Pertanyaanya, benarkan Abu Djailani sebagai PH dalam kasus tersebut, benar sudah melakukan loby – loby terhadap Jaska Rasyid dan hakim, melalui modal uang pembayaran kali pertama yang diserahkan Dedi Aswida terhadap Abu Djailani senilai  Rp 40 Juta ?

Terpisah Rasyid yang tak lain Jaksa dalam kasus tersebut, saat dibincangi, menyangkal sudah menerima aliran dana dari Abu Djailani selaku PH dalam kasus jual beli trenggiling tersebut.”  Itu tidak benar, kalau mau konfirmasi besok saja ke kantor,”  Sangkal Jaksa  Rasyid, via  Short Message Service (SMS), Senin, (14/8), sekitar pukul 15.30 WIB.

Sementara itu Abu Djailani yang disinyalir telah menyerahkan aliran dana tersebut, baik terhadap Jaksa Rasyid maupun Hakim dalam kasus tersebut, sepertinya masih memilih bungkam saat dikonfirmasi. Beberapa kali dikonfirmasi via SMS melalui aplikasi WA, PH Abu Djailani enggan memberikan keterangan.

Terpisah Masroni yang tak lain koordinator Forum Bersama Peduli Merangin (F-BPM) mengatakan, jika menelisik persoalan tersebut, tentu ada indikasi dugaan mafia kasus alias (Markus), yang terjadi dalam penyelesaian kasus tersebut .

” Yang jelas kami  F-BPM akan mempertanyakan persoalan tersebut, terhadap Kejari Bangko, terkait  bawahanya yang terindikasi  menerima aliran dana tersebut? Juga hal yang sama terhadap pihak PN Bangko yang terindikasi demikian? Sederhananya begini, Mungkinkah hakim dan jaksa dalam perkara tersebut sudah menerima kucuran dana tak sehat itu. Atau mungkin, uang senilai Rp 40 juta  tersebut, justru sama sekali tidak diterima jaksa Rasyid maupun Hakim yang menangani perkara itu. Persoalan ini tentu, akan kami telisik dan pertanyakan,” Timpal Masroni. (*)

REPORTER : Chatur

 













LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here