Jafar Ahmad : Pemberitaan Tersebut, Buat Elektabilitas Al-haris “Terjun Bebas”

104
Ilustrasi/foto Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM – Kabar kurang sedap yang menghantam Bupati Merangin, terkait tudingan tidak menyenangkan, yang dilaporkan Janliardi alias Aan Koto, yang tak lain suami dari korban Elvina Meriza, dirasa cukup memukul popularitas Al-haris, sebagai orang nomor wahid di Merangin.

Secara tersirat, betul atau tidak kasus yang dilaporkan Janliardi  ke Mapolres Merangin baru – baru ini, dipandang pengamat politik Idea Institue Jafar Ahmad, berdampak buruk pada elektabilitas Bupati Merangin Al-haris saat ini.

“ Disaat jelang Pilkada seperti yang akan terjadi di Merangin, menjadi hal yang biasa jika kandidat petahana akan diserang dengan berbagai cara oleh lawan politiknya. Dan bisa jadi apa yang dilaporkan Janliardi ini, diduga sudah disusupi kepentingan politik untuk menjatuhkan Al-haris sebagai kandidat petahana yang masih berpeluang menang dalam Pilkada Merangin ,” Ungkap Jafar Ahmad saat dihubungi jejakjambi.com, via ponsel, Selasa (4/7), sekitar pukul 20.45 WIB.

Lalu langkah apa yang harus dilakukan Al-haris, andai saja dirinya masih memiliki hasrat untuk bertarung dalam Pilkada Merangin 2018 mendatang? Menanggapi pertanyaan tersebut Jafar Ahmad mengatakan, jika Al-haris masih berkeinginan maju dalam Pilkada Merangin, tentu intraksi yang baik dengan sejumlah pihak maupun insan press, menjadi harga yang tak bisa ditawar lagi.

“ Iya, mau gimana lagi coba, itu yang harus dilakukan Al-haris saat ini, imbas dari pemberitaan itu. Dan hal itu, terlepas dari kabar tersebut benar atau tidak loh,  jika ingin elektabilitasnya kembali membaik jelang Pilkada Merangin  2018,” Tukasnya coba memberikan win – win solution imbas pemberitaan yang menyeret nama besarnya tersebut.

Tak hanya sebatas intraksi yang baik, namun upaya untuk meredam semakin meluasnya kabar yang yang merugikan Bupati Merangin tersebut, juga wajib dilakukan.” Ini kan sudah terjadi, beda soal jika belum terjadi. Nah, saat ini bagaimana agar informasi tersebut, menjadi pasif.  Itu saja saya pikir. Dan sekali lagi, sebagai kandidat petahana hal seperti ini, biasa terjadi,” Urainya mengakhiri pembicaraan.  

Sementara itu, berbagai pandangan terus menggelinding diberbagai media sosial (Medsos), mulai dari cemooh  para netizen, dukungan moril terhadap Bupati Merangin, hingga bantahan keras para netizen yang tak percaya jika Bupati Merangin melakukan hal itu.

Seperti komentar Dedua ,,,,lewat akun facebooknya,  Permainan politikny hampir sama dg daerah kab.tebo…..tapi rakyat sdh pinter…yg berprestasi dan terbukti yg menang…..isu2 spt isu murahan….

Komentar lain, akun facebook  Edho,,,,,,, Klu pun terbukti harus di hukum,, klu tidak terbukti bagaimana,, org yg mem fitnah buang saja k kolam buaya, biar tau rasa sakit bagaimana.

Dan komentar lainnya, dari akun Dam ,,,,Kenapa harus di kaitkan dengan politik, tahun 2013 kasus ini dan siapa yang melaporkan. Yang menjadi permasalahan adalah moral pemimpin tersebut pantas atau tidakkah seperti itu?????? (*)

REPORTER : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here