Iptu Chandra : “ Itu Pistol Dengan Sangat Terpaksa Saya Letuskan, Agar Tak Terjadi Kericuhan Antar Warga“

92
MOMEN : Kapolsek Tabir Ulu, Iptu Chandra dalam sebuah momen.

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM – Aksi penembakan ke udara, yang ditenggarai dilakukan Kapolsek Tabir Ulu Iptu Chandra, saat dirinya coba mengamankan, penarikan alat berat dari Rantau Ngarau, Tabir Ulu, menuju Mapolres Merangin, didapat fakta baru.

Kepada jejakjambi.com, perwira dengan pangkat dua balok dipundaknya tersebut, coba mengklarifikasi berbagai pemberitaan yang sempat mencuat dimedia atas dugaan aksi koboi-nya, yang terjadi dikawasan Rumah Makan ALS Simpang Jelita, dini hari, Selasa, (30/5), atau sekitar pukul 02.00 WIB.

Diceritakan Iptu Chandra jika awal mula peristiwa, pihaknya sama sekali tidak melakukan pengawalan saat alat berat tersebut akan dibawah ke Bangko. Hanya saja saat alat tersebut akan bergerak menuju Bangko, pihaknya mendapati informasi dari warga, jika akan ada penghadangan dari sejumlah warga, terkait alat berat yang tengah dibawa menuju Bangko malam itu.

Berbekal informasi tersebut, pihaknya dengan salah satu anggota Polsek setempat coba mendatangi titik lokasi alat berat tersebut saat itu. “ Nah, saat kita akan tiba dikawasan Simpang Seling, Tabir, datang segerombolan warga yang minta alat berat tersebut tidak diangkut ke Bangko,” Ungkap Iptu Chandra, coba mengklarifikasi persoalan.

Setelah ditanya terhadap warga yang datang, barulah pihaknya mengetahui jika ada persoalan antara warga dengan alat berat yang akan diangkut. Salah satunya terkait piutang alat berat tersebut .” Dan saya juga tidak tahu itu, jika disana ada persoalan lain antara pihak leasing dalam hal ini, Dipo Star Finance, dengan pemilik alat berat H Marlon, tak terkecuali hadirnya anggota DPRD Provinsi Jambi berinisial HS dini hari itu,” Tegasnya.

Karena persoalan terus meruncing hingga sempat terjadi tarik menarik antara warga yang akan membawa alat berat, dan warga yang minta alat berat tidak diangkut, membuat suasana semakin memanas. Tak ingin persoalan tersebut berujung bentrok antara warga,  pihaknya pun meletuskan moncong pistol ke udara.

”  Saya juga sudah sangat terjepit saat itu, hingga dirindung rasa kebingungan, apalagi saat itu  saya hanya bersama satu anggota saya ,makanya saya dengan sangat terpaksa saya pun akhirnya meletuskan senjata ke udara. Tujuanya, tentu agar kericuhan tidak terjadi antara warga.  Terkait persoalan lain yang terjadi, saya tidak tahu sebelumnya,” Tandasnya.

Setelah kondisi  sedikit terkendali, lanjut Iptu Chandra pihaknya pun mempersilakan para pihak yang ber-urusan dengan pihak alat berat, untuk menyelesaikan persoalanya .” Sedangkan alat berat tersebut, barulah saya kawal menuju Mapolres,” Jelasnya.

Sejatinya, jika memang ada yang tak beres dengan apa yang dilakukan pihaknya, atau membekingi pengankutan alat berat tersebut, tentu alat berat tersebut tak akan dibawa pihaknya ke Mapolres Merangin.” Kami tidak tahu menahu soal alat berat tersebut jika bermasalah. Dan kami hanya mengamankan warga agar tidak terjadi kericuhan,” Tandasnya coba meluruskan. (*)

REPORTER : Chatur

 
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here