Indikasi Pengaturan Tender Big Proyek di ULP, ‘Makin Kencang Berhembus’..? Tiga Nama Rekanan Dicatut Sebagai Pemenang Tender Pilih Bungkam..?

550
Gambar ilustrasi/Ist

MERANGIN,-Indikasi pengaturan tender big proyek di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Merangin, pada tiga paket proyek ber-omzet miliran rupiah ini, makin ‘kencang berhembus’.

BACA JUGA : Rencana Tender Big Proyek di Merangin, Disinyalir Terjadi Pengkondisian..! Tiga Nama Pemenang Tender Mencuat..?

Lagi sumber jejakjambi.com yang ‘mewanti’ minta namanya diinisialkan saja, justru kembali mengatakan, untuk nama perusahaan pemenang tender ke-tiga proyek dimaksud, bisa saja berubah.

Namun lanjut sumber jejakjambi.com, yang minta namanya diinisialkan SJ ini, untuk nama rekanan pemenang-nya, tidak akan berubah, karena memang ter-indikasi terjadi pengkondisian disana.  

“ Iya, bukan soal nama perusahaan yang terdaftar di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Merangin saat tender berlangsung, karena jika bicara soal nama perusahaan yang didaftar, bisa saja berubah, namun para pemenang tender proyek tersebut secara utuh, sudah ada itu,” Kata inisial SJ yang mengaku memiliki relasi kuat di kantor ULP Merangin itu sendiri.

Jika sebelumnya SJ sempat menyampaikan nama – nama perusahaan pemenang tender, kali ini SJ justru coba sedikit membeberkan nama rekanan sang pemilik paket proyek yang diduga kuat terkondisi itu.

Selain terdapat nama rekanan inisial AK sang pemenang tender big proyek Jalan Gading Jaya – Simpang Muara Delang dengan tender proyek senilai Rp 16 Miliar. (Telah diumumkan pemenang tendernya oleh ULP,red) atas nama PT Hendra Putra.

Juga ter-indikasi nama pemenang tender big proyek dengan rekanan inisial AF untuk proyek tender proyek peningkatan Jalan Pematang Kandis – Dusun Mudo senilai Rp 5,8 Miliar.

Sedangkan satu paket lagi lanjut SJ, tender proyek Kebun Sayur – Simpang Talang Kawo senilai Rp 4,6 Miliar yang diduga pemiliknya atas nama rekanan inisial AT.

“ Jadi soal nama perusahaan yang terdaftar di ULP, bisa saja berubah, namun pemenang-nya atas nama rekanan itu juga,” Terang SJ lagi seraya mengatakan mungkin itu salah satu trik pihak ULP agar proses tender terkesan alami .

Sayangnya, meski peryataan SJ dirasa cukup menarik, namun ke-tiga rekanan yang ‘dicatut’ sebagai pemilik paket proyek tersebut, saat coba dimintai tanggapan terkait kabar tersebut, justru lebih memilih ‘bungkam’ dibanding memberikan hak jawab atas tudingan sumber.

Sebut saja rekanan berinisial AF maupun rekanan inisial AT, yang disebut sebagai pemilik paket proyek, sama sekali tak memberikan respon saat coba dikonfirmasi jejakjambi.com, melalui aplikasi WhattApp dinomor ponsel 0821-797602XX untuk rekanan inisial AF, dan 081174001XX untuk nomor rekanan inisial AT. Konfirmasi via aplikasi populer ini terlihat terbaca, namun tidak direspon pemilik.

Sedangkan untuk rekanan berinisial AK dinomor ponsel 0813292479XX, juga sama sekali  tidak memberikan respon.

Sementara itu, Samson salah satu rekanan yang terlibat dalam  lelang proyek yang diduga terjadinya pengkondisian  saat dibincangi mengaku, ‘desas desus’ adanya pengkondisian ketiga tender proyek tersebut cukup santer terdengar.

” Saya sendiri melalui PT Maharupa Abadi, coba ambil bagian dalam tender paket proyek senilai Rp 5,8 Miliar di ULP Merangin. Dan tentu kami akan melakukan protes, atau penyanggahan keras jika ada hal yang tak wajar dalam tender proyek yang belum diumumkan ULP sampai saat ini. Lihat saja nanti,”Kata Samson.

Terpisah kepala ULP Merangin Masdipia, masih belum berhasil dikonfirmasi. Pasca pemberitaan menggelinding, Masdipia dirasa sulit dihubungi. (*)

REPORTER : Edo Guntara
EDITOR : Chatur



















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here