“ Indikasi Kebocoran ” PAD Alat Berat Semakin Terang

82
Mustarhadi/Kepala UPTD Alat Berat/Foto Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI Desus desus dugaan adanya kebocoran pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), Merangin, yang bersumber dari alat berat Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Merangin, semakin menggeliding.

Baru – baru ini, dugaan kebocoran sumber PAD Merangin tersebut, justru diumbar salah satu oknum UPDT setempat, yang minta namanya benar – benar bisa dirahasiakan.

Berdasarkan kesepatakan tersebut, akhirnya sumber  tersebut mau angkat bicara  terkait indikasi kebocoran PAD alat berat yang terjadi intansi dibawah naungan Dinas PU Merangin ini.

Seperti dikatakan sumber jejakjambi.com, persoalan PAD alat berat ini, harus cepat disikapi Pemkab Merangin, Jika tidak ingin, dugaan berbagai pencurian uang rakyat yang terjadi lewat kucuran dana operasional UPDT alat berat senilai Rp 1,4 Miliar, terus menerus terjadi.

“ Iya, jika tidak cepat disikapi, maka saya yakin selain PAD alat berat akan sulit ditembus UPTD setempat, dugaan pembiaran pencurian PAD alat berat pun akan terus mengalir,” Tukasnya.

Masih dikatakan sumber terpercaya jejakjambi,com, jika indikasi adanya pencurian PAD alat berat tersebut, secara rasional bisa dilihat dari PAD alat berat yang baru terkumpul Rp 101 Juta/ Juli 2017.

Sementara alat berat tersebut, sudah bergerak aktiv sejak bulan Februari 2017 lalu, meski memang ada beberapa alat berat yang rusak dan tak bisa digunakan saat itu.” Namun saya sebagai orang dalam di tubuh UPDT tersebut, sangat tidak percaya jika PAD alat berat tersebut hanya terkumpul  Rp 101 juta. Wong alat berat bergertak terus, dan terakhir berbagai alat berat itu digunakan untuk membangun taman bunga Merangin garden dikawasan Pematang Kandis. Dan disana cukup lama alat berat bergerak. Kan lucu jika dibilang PAD alat berat baru tercapai Rp101 Juta,”  Ungkapnya .

Sedikit diurai sumber jejakjambi.com, semua tahu jika saat ini, akan segera masuk bulan Agustus. “ Nah  dari mana mereka akan mengejar ketertinggalan untuk capaian PAD alat berat, yang dibandrol Rp 800 Juta. Jika tak cepat disikapi Pemkab Merangin, maka bisa jadi kecurigaan saya  jika  UPDT alat berat Merangin ini, ada ‘main mata’ dengan Pemkab Merangin semakin mendasar,” Tambahnya.

Sementara itu, Masroni yang tak lain koordinator Forum Bersama Peduli Merangin (F-BPM) mendukung penuh peryataan sumber terpercaya jejakjambi.com tersebut diatas.

”  Jika sudah ada dugaan tak beres seperti ini, harusnya Pemkab Merangin segera bertindak. Jika tidak ada gerakan dari Pemkab untuk mencari tahu akar persoalan, maka bukan tidak mungkin F-BPM yang justru akan membawa persoalan ini, keranah hukum,” Jelas pentolan F-PBM ini, kembali berkicau.

Hingga berita ini dirilis, seperti biasa Kepala UPTD alat berat Merangin Mustarhadi lebih memilih bungkam, dibanding mau mengklarifikasi persolan yang mendera UPTD dibawah pimpinannya tersebut. (*)

REPORTER : Chatur























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here