HOT NEWS…! Kejati Jambi Janji Usut Dugaan Oknum Markus di Kejari Sarolangun Berinisial DS,,, Serius Bangets, Apa Serius Aja Nih?

150
KUNJUNGAN : Kejati Jambi A Nurwinah SH MH, dalam lawatan kerjanya di Bumi Sarolangun/foto Ist

SAROLANGUN,JEJAKJAMBI,- Kabar ‘duka’ dugaan adanya jual beli kasus alias (Markus), dikantor Adhiyaksa Sarolangun dan menyeret nama salah seoarang jaksa berinisial DS, seperti pemberitaan berbagai media beberapa hari terakhir, akhirnya sampai juga ke-telinga orang nomor satu di tubuh korps Adhiyaksa Jambi.

Diselah kujungan kerjanya di Bumi Sarolangun, Rabu, (1/11), sosok wanita berjilbab yang dipercaya memimpin kursi nomor satu ditubuh Adhiyaksa Jambi ini akhirnya menyatakan kepada sejumlah media, akan melakukan penyelidikan terkait kasus yang mencoreng nama besar institusinya tersebut.

“ Nanti kami juga akan memberikan arahan-arahan dululah.  Itu lah namanya dinamika. Baru dugaan kan, tentunya kami punya sistim pengawasan dan juga asisten pengawasan. Pun kalau itu ada laporan, tentu nanti akan kami tindak lanjuti,” Tegas Kejati Jambi, A Nurwinah SH MH, saat coba dikonfirmasi kabar yang cukup mengagetkan tersebut.

Jika dugaan jual beli kasus ini memang terbukti dimainkan oknum jaksa di Kejari Sarolangun berinisial DS, apakah akan ada sanksi hukum yang menanti? Menanggapi hal tersebut, Kejati Jambi A Nurwinah mengatakan tentu akan ada sanksi hukumnya. “Ya pastilah dihukum. Tapi kalau tidak terbukti, maka akan kita hentikan, karena kita tidak boleh melanggar HAM. Tentunya kalau kita menghukum orang, minimal dua alat bukti yang harus dikantongi,” timpalnya kembali menegaskan.

Meskipun peryataan Kejati Jambi terkait persoalan tersebut dirasa cukup ‘mendinginkan hati’ namun peryataan cukup tegas dari Kejati Jambi tersebut justru ditanggapi ‘pesimis’ Kabiro Investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Sarolangun Achmad Shodikin.

Shodikin justru mengaku, sangat meragukan keseriusan Kejati jambi dalam mengusut tuntas dugaan jual beli kasus yang dirasa cukup mencoreng nama baik Kejari Sarolangun tersebut.

Apalagi lanjut Shodikin, hal tersebut menyangkut institusi bawahannya.” Saya cukup pesimis jika peryataan Kejati Jambi yang ‘katanya’ akan melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut, betul – betul dilakukan Kejati Jambi dan bisa berujung hukum. Iya, pesimis saja,” Timpalnya.

Meski meragukan peryataan Kejati Jambi, Shodikin juga mengaku siap membantu jika memang dibutuhkan Kejati Jambi lewat delik pengusutan kasus tersebut.” Intinya kita siap membantu, jika memang Kejati Jambi betul – betul serius mensikapi persoalan. Saya pikir persoalan ini, perlu disikapi secara serius, agar bisa memberikan efek jera terhadap pelaku. Dan baiknya, manusia yang ngerti hukum dan melanggar hukum, tentu hukumanya bisa lebih berat, dibanding pelaku yang enggak ngerti hukum dan melanggar hukum. Jangan dibalik itu. Dan jujur Itu harapan kami, ” Ujarnya coba berumpama.

Sedikit ditambahkan Achmad Shodikin seiring berjalan isu tersebut, pihaknya sedikit banyak sudah turut serta  mengumpulkan berbagai data terkait dugaan jual beli kasus tersebut. “Bahkan bukti rekaman salah satu nara sumber yang mengatakan Atek menyerahkan uang ke jaksa DS, sampai saat ini masih saya simpan,” akunya. (*)

REPORTER : Azhari
EDITOR       : Chatur



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here