Herman Efendi : “Saya Kecewa, Belum Ada Action Pemkab Terkait Bangunan Ruko Bermasalah”

693
Potret ketua DPRD Merangin Herman Efendi saat Sidak di Ruko Bermasalah depan RS Raudah/Ist

MERANGIN,- Ketua DPRD Merangin Herman Efendi mengaku kecewa terhadap kinerja Pemkab Merangin?

Nah loh ada apa? Hal tersebut tidak terlepas dari belum adanya action yang dilakukan Pemkab Merangin dilapangan, terkait polemig izin pembangunan Rumah Toko (Ruko) di kawasan depan Rumah Sakit (RS) Raudah, yang keberadaanya sudah menyalahi aturan tersebut.

BACA JUGA : Karir Aspan Makin “Moncer”. Resmi Pimpin Gerbong PUPR Merangin…!

“ Sudah jelas izin-nya bermasalah. 2 lantai dibangun 3 lantai, 15 Pintu dibangun 17 pintu. Dan saya sendiri sudah melakukan kruscek ke lokasi bersama instansi terkait atas temuan tersebut.

“ Aneh-nya, meski Pemkab Merangin sudah mengetahui persoalan tersebut, sayangnya hingga saat ini belum ada action yang dilakukan Pemkab Merangin terkait persoalan ini.

“ Kan bisa misal, pihak perizinan sedikit memasang plang dilokasi bangunan Ruko, dengan membuat tulisan jika izin ruko ini bermasalah, atau petugas Satpol PP membuat plang, dengan catatan bangunan ruko tidak bisa dilanjutkan, sebelum persoalan izin diselesaikan. Ini kan tidak ada sama sekali sampai hari ini,” Tegas politisi muda dari partai Golkar ini bertutur keras saat dibincangi jejakjambi.com baru – baru ini.

Masih ditegaskan Herman, agar persoalan ini tidak berlarut larut, pihaknya meminta agar Instansi terkait Pemkab Merangin, minimal men-stop terlebih dahulu bangunan Ruko yang sudah jadi buah bibir warga tersebut.

“ Saya sendiri tak perduli, siapa pemiliknya atau pengembangnya. Yang jelas, jika tidak mentaati aturan yang telah ditetapkan Pemkab Merangin tentu wajib diberikan sanksi.

“ Dan untuk sementara waktu, saya minta Pemkab Merangin segera menempel plang dibangunan ruko tersebut untuk menghentikan aktivitasnya,” Jelas Herman Efendi.

terpisah, Zulfahmi yang selama ini dituding pemilik bangunan Ruko bermasalah tersebut, saat  coba dikonfirmasi justru menyangkal, jika Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Ruko tersebut, bukan atas nama dirinya.

Tak hanya itu, sertifikat hak atas tanah dibangunan Ruko pun juga bukan atas nama-nya.

“Iya, untuk  IMB-nya atas nama Erik Pandu Buana dan sertifikat tanahnya atas nama Rudi Alandes. Jadi tidak ada nama saya dalam kasus Ruko bermasalah tersebut. Karena saya hanya sebagai pelaksana kegiatan saja, dan kenapa pula nama saya diseret kesana. Tolong itu diluruskan,” Sangkal Zul.

Lalu terkait izin bangunan ruko yang tidak sesuai dengan izin? “ Soal itu, diluar sepengetahuan saya,” Singkat Zulfahmi menutup pembicaraan.(*)

REPORTER : Chatur

























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here