Heboh Virus Corona di Jambi..! Dan Ini Update Terkini di Merangin..!

446
Ilustrasi virus corona/Ist

MERANGIN,- Wabah virus corona menjadi pemberitaan utama di berbagai beranda media online di Jambi.

Apalagi, satu pasien yang tak lain warga Jambi ditenggarai kuat ter-infeksi virus mematikan tersebut setelah pulang dari Wuhan, Cina.

Lalu bagaimana informasinya di Merangin..? Berman Saragih, yang tak lain Direktur utama RSUD Adbunjani Bangko ketika dibincangi mengatakan, hingga saat ini belum ada satu pasien yang masuk RSUD dan terdeteksi terkena virus corona, virus yang menyerang sistem pernapasan manusia tersebut.

“ Iya, kita sudah dengar akan bahaya virus tersebut dan satu pasien sudah terdeteksi di Jambi. Dan sampai saat ini, dari laporan yang kita terima dari petugas medis, tak satu pun pasien RSUD yang masuk dan terdeteksi virus corona,” Jelas Berman Saragih, kepada jejakjambi.com, baru – baru ini.

Lalu antisipasi apa yang akan dilakukan pihak RSUD Adbunjani Bangko? Mensikapi pertanyaan tersebut Berman hanya mengatakan, untuk petugas medis tentu akan kita antisipasi dengan menggunakan masker dan sarung tangan saat sedang bertugas,” Timpalnya.

Terpisah Kadinkes Merangin Abdai ketika dibincangi juga mengatakan, hingga saat ini Merangin masih aman dari penyebaran virus yang belum ada obatnya tersebut.

“ Alhamdulillah, sampai saat ini Merangin masih aman dari wabah virus corona tersebut. Dan saya imbau terhadap warga Merangin yang mungkin akan berpergian ke luar negeri, agar terus menggunakan masker sebagai bentuk antisipasi awal penyebaran virus corona tersebut,” Singkatnya.

Seperti dikutip dari laman bbc.com, apakah virus corona dan bagaimana penyebarannya?Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan bahwa 2019-nCoV adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia.

Bedanya dengan virus lain, ujar Diah, virus corona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal.

Menurut Diah, virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.

“Pertukaran oksigen tidak bisa terjadi sehingga orang mengalami kegagalan pernafasan. Itulah mengapa virus ini berat karena bukan lagi hanya menyebabkan flu atau influensa tapi dia menyebabkan Pneumonia,” kata Diah saat dihubungi BBC Indonesia.

Diah melanjutkan proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan.

Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru.

“Sebenarnya belum 100 persen. Tapi dilihat dari sekian ratus kasus yang dipelajari, dan sifat dasar virus, maka inkubasi virus ini dua sampai 14 hari. Itu mengapa kita mewaspadai periode dua minggu itu,” kata Diah. (*)

REPORTER : Chatur

 
















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here