Hakim Ketua Sempat Bingung, Saat Sidang Kasus Pajero Sport Berlangsung..! Satu Hakim Sempat Sebut, Jangan – Jangan Ini Penyakitnya Ada di Nasution?

100
SIDANG : Potret berlangsungnya sidang/Foto dokumen jejakjambi.com

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Sidang kasus dugaan tak beres pada pembelian mobil pajero sport melalui suntikan dana APBD Merangin 2015,  kembali berlangsung di Pengadilan Negeri (PN), Tipikor, Jambi, Rabu, (27/9), atau sekitar pukul 10.30 WIB.

Sidang yang kembali dipimpin ketua Majelis Hakim Khairulludin, didampingi dua hakim lainnya Erika Sari, dan Edi Istanto, berlangsung cukup alot. Selain hadir terdakwa kasus pajero sport Darmawan bersama Penasehat Hukum (PH), Edi Putra Syam, juga hadir dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dibawah ketua Roy Charles yang coba menghadirkan enam saksi saat berlangsungnya sidang.

Diantaranya, Masyhuri yang saat itu menjabat sebagai Kabid anggaran DPKAD, Yumashur yang saat itu menjabat sebagai Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Merangin, Irwan Syaputra,  yang saat itu menjabat sebagai Kasubag Perencanaan Sekretariat DPRD Merangin, Eri Sandi yang saat itu menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekretariat DPRD, Indra Setyawan yang saat itu menjabat sebagai Pejabat Pengadaan di Sekretariat DPRD, dan terakhir pihak ketiga Edwar dari dealer PT Kerinci Permata Motor.

Dari fakta persidangan yang berhasil dirangkum jejakjambi.com, majelis hakim sedikit dibuat bingung lantaran para saksi yang hadir sedikit banyak tak mampu memberikan keterangan pasti terkait berbagai pertanyaan yang dilontarkan para hakim saat berlangsungnya sidang.

Salah satunya keterangan saksi Eri Sandi  yang sempat memberikan peryataan jika saksi Eri Sandi merasa ditekan untuk membubuhkan tanda tangan dalam pengadaan mobil pajero sport tersebut.” Saya merasa ditekan pak, makanya saya ikut memberikan tanda tangan,” Ungkap saksi Eri Sandi didepan majelis hakim saat  persidangan.

Mendengar peryataan Eri Sandi tersebut, cukup membuat hakim ketua Khairulludin bingung hingga kembali membenturkan pertanyaan terhadap Eri Sandi, dengan pertanyaan, siapa yang telah menekan Eri Sandi sebagai PPK untuk membubuhkan tanda tangan tersebut.

” Siapa yang menekan Anda, Isnedi kah sebagai wakil ketua DPRD Merangin, atau Bupati Merangin AL-Haris yang menekan Anda. Ayo ngomong jujur lah Anda sudah disumpah,” tegas hakim ketua saat itu, namun tak mampu dijawab Eri Sandi.

Hal lain yang cukup membuat hakim bingung, terkait alasan apa yang membuat Nasution sebagai Sekretariat DPRD Merangin saat itu, enggan membubuhkan tanda tangan dalam pembelian mobil pajero sport tersebut.

“Alasan apa Nasution sebagai Sekwan enggan memberikan tanda tangan saat itu. yang pesan mobil kan Nasution sebagai PA, saat akan bayar kok enggak mau tanda tangan. Ayo ngomong saksi Yumashur, atau ada saksi lain yang bisa memberikan keterangan. Jangan – jangan penyakitnya ada di Nasution ini, sebagai PA,” Jelas Hakim pendamping Edi Istanto terhadap Yumashur dan saksi lainnya.

Karena tak satu dari enam saksi yang hadir, mampu menjawab pertanyaan sederhana tersebut, lagi – lagi membuat hakim pendamping Edi Istanto melontarkan peryataan.” Jangan – jangan ini, penyakitanya ada di Nasution sebagai PA atau Sekretariat DPRD Merangin waktu itu,” Timpal Hakim Edi Istanto.

Sidang yang sempat diskor lantaran masuk jadwal sholat dzuhur, dan sidang kembali dilanjutkan sekitar pukul 14.00 WIB, dan berakhir pukul 15.15 WIB. Informasi terakhir yang terekam dari jejakjambi.com, sidang kembali akan berlangsung  Senin, (2/10), di PN Tipikor Jambi, dengan agenda masih keterangan saksi. (*)

REPORTER : Chatur























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here