“Gonjang Ganjing” Indikasi Kebocoran PAD Alat Berat, Segera Dilaporkan F-BPM

79
ALAT BERAT : Tampak potret alat berat Merangin, saat beroperasi di Taman Bunga Garden, Pematang Kandis. Foto Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Langkah Forum Bersama Peduli Merangin (F-BPM), guna membawa kasus dugaan penyimpangan terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang bersumber dari alat berat UPTD alat berat Merangin, dinilai banyak pihak pilihan yang cukup tepat.

Apalagi sejauh ini, Pemkab Merangin melalui APBD 2017, rela mengelontorkan dana tak sedikit atau sekitar Rp 1,4 Miliar, guna mendongkrak pundi – pundi PAD alat berat Merangin bisa mendapatkan nilai yang wah. Namun, faktanya masih jauh dari harapan banyak pihak .

Nilai PAD alat berat Rp 101/ Juta 2017 yang dikeluarkan UPTD setempat, mensinyalir ada permainan tak beres pada instansi dibawah naungan Dinas PU Merangin ini. Apalagi jika berkaca pada target PAD pada UPTD setempat yang dibandrol Rp 800 Juta.

“ Ada potesi kebocoran PAD alat berat di UPDT alat berat Merangin jika kami telaah. Dan itu juga bisa dilihat dari hasil kerja UPTD setempat yang hanya mampu mengumpulkan pundi PAD alat berat senilai Rp 101 Juta/ 2017,” Ungkap koordinator F-BPM Masroni saat dibincangi jejakjambi, com, Senin, (24/7).

Menelisik dari persoalan tersebut lanjut pentolan F-BPM ini, maka dalam waktu dekat pihaknya segera akan melaporkan kasus kobocoran PAD alat berat Merangin ini terhadap aparat hukum terkait. “ Saat ini, kami masih mengumpulkan berbagai Barang Bukti (BB), akan indikasi kuat kebocoran PAD alat berat Merangin. Dan dalam dua atau tiga hari ke-depan, kami F-BPM memastikan kasus dugaan kebocoran PAD alat  berat ini, sudah masuk ke rana hukum,” Tegas Masroni.

Dilain kesempatan Masroni juga berharap agar aparat hukum, tak terkecuali Inspektorat Merangin, atau pun tim Saber Pungli dapat sesegera mungkin mensikapi persoalan ini. “ Sekarang begini saja, rasional atau, jika sewa alat berat Merangin baru terkumpul 101  Rp Juta/Juli 2017. Sedangkan biaya operasional sudah diemban senilai Rp 1,4 Juta.  Kami menilai ini  sangat tidak rasional, lantaran alat berat tersebut terus bergerak. Makanya kita mensinyalir ini ada kebocoran sepertinya. Dan dugaan kebocoran inilah yang akan kami laporkan terhadap aparat hukum dalam waktu dekat,” Urainya ber-argumen.

Sementara itu, informasi berbeda justru didapat dikantor UPTD alat berat Merangin, beberapa pekerja honor setempat mengakui jika Kepala UPTD Mustarhadi, jarang sekali terlihat ngantor .

”Sama –sama tahulah pak, siapa Mustarhadi  itu. Dan siapa pula yang berani memberikan teguran terhadap Mustarhadi jika beliau tidak ngantor. Tak ada satu pun pak yang berani memberikan teguran. Karena orang disini juga sudah banyak yang tahu, jika Mustarhadi merupakan salah satu pejabat Merangin yang  memiliki kedekatan dengan kepala daerah,” Tukas salah seoarang honorer setempat, yang kembali minta namanya tidak untuk dipublikasikan (*)

REPORTER : Chatur























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here