Gedung Terbilang Mentereng, Prestasi Pemberantasan Korupsi Kejari Merangin “Payah”

992
Kantor Kejari Merangin/Ist

MERANGIN,- Kinerja Kejari Merangin dua tahun terakhir, dibawah pucuk pimpinan Hariyono, mulai mendapat kritisi.

Banyak kalangan menilai kinerja Kejari Merangin, ‘wabil khusus’ pemberantasan korupsi di Bumi Tali Undang Tambang Teliti, tak salah jika dikatakan ‘payah’.

“ Saya pikir tidak ada yang bisa dibanggakan dari kinerja Kejari Merangin selama dua tahun terakhir.

“ Gedung mewah Kejari Merangin yang sudah dibangun dengan angka miliran rupiah, sama sekali tidak menjamin, akan kinerja korps adhiyaksa bisa lebih membanggakan masyarakat Merangin, terutama soal pembrantasan korupsi,” Ujar Zurmen Hafendi salah satu tokoh pemuda masyarakat Merangin saat dibincangi jejakjambi.com, baru – baru ini.

Sepengetahuanya lanjut Zurmen, ada banyak laporan delik kasus korupsi yang masuk ke ‘kantong’ Kejari Merangin, namun miris dari sekian banyak laporan yang masuk, sama sekali tak ada progress yang jelas dalam penanganan-nya.

“ Sebut saja kasus dugaan korupsi MTQ di Merangin diam sampai saat ini, dugaan korupsi ratusan sertifikat gratis yang dilaporkan oleh warga Sungai Kapas juga tak jelas ujung-nya, dugaan penyelewengan dana desa oleh oknum Kades Danau yang dilaporkan warga lengkap beserta data pendukung, semua-nya setahu saya juga tak jelang ending-nya.

“ Dugaan penyelewengan dana Desa Salam Buku memang sempat di proses, setelah didesak tokoh masyarakat. Bahkan sampai akhir tahun 2018 kemarin masih terus proses, namun sekarang, juga diam,” Beber Zurmen.

Bahkan lanjut Zurmen, salah satu mantan napi kasus TIK 2015, Joko Wahyono jugo sudah beberapa kali mendesak kejari Merangin untuk mengusut tuntas ‘para penikmat’ aliran dana TIK.

“ Bahkan joko sudah membuat laporan resmi, namun sayang sampai saat ini, kasus tersebut juga sama sekali tak ber-ujung,” Timpalnya.

Terpisah Joko Wahyono saat dikonfirmasi jejakjambi.com mengakui, jika kasus dugaan penerima aliran dana TIK tersebut sudah Ia laporkan secara resmi sejak lama ke Kejari Merangin.

Namun sampai saat ini lanjut Joko, tak juga ada progress yang jelas atas laporan-nya tersebut.

” Ini fakta-nya, bukti laporan saya ada kok, namun sampai sekarang memang sama sekali tidak ada respon positif dari Kejari Merangin,” Tukas Joko seraya mengatakan, hal yang wajar jika masyarakat Merangin mempertanyakan kinerja Kejari Merangin.

Sementara itu, hasil pantauan jejakjambi.com selama dua tahun terakhir Kejari Merangin hanya mampu mengungkap dua kasus korupsi di Merangin, yang berujung ‘amar putusan pengadilan’.

Kasus pertama kasus korupsi pembangunan stadion mini di dua Desa di Kecamatan Tiang Pumpung yang diusut Kejari Merangin 2017, dengan kerugian Negara berkisar Rp 160 Juta.

Selanjutnya, kasus korupsi Pengunaan Anggaran Dana Desa (ADD), Dusun Mudo, Bangko. Syamlawi dan Pelaksana Kegiatan Yusuf, dalam delik kasus 2018 tersebut, disinyalir merugikan keuangan negara sekitar Rp 212 Juta lebih.

Sejauh ini, masih belum ada tanggapan resmi, terkait minimnya prestasi yang ditorehkan kejari Merangin, dalam penanganan kasus korupsi di Merangin.

Hariyono selaku Kejari Merangin, masih belum berhasil dikonfirmasi terkait kritisi demi kritisi yang hadir.(*)

REPORTER : Edo Guntara
EDITOR :
Chatur





LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here