GAWAT…! Mulai Dari Hasil Cek Laboratorium Dituding Meleset, Hingga Pelayanan Dikeluhkan Pasien di Medsos..

336
Postingan Medsos/Ist

MERANGIN, – Dua status pengguna Media Sosial (Medsos) Facebook, dengan akun Farel Firza, dan status Facebook Atuk Sarahim, cukup menyulut perhatian warga-net.

Kedua akun tersebut, mengeluhkan persoalan layanan RSUD Adbujani Bangko, melalui postingan Medsos-nya beberapa waktu lalu.

Seperti dikutip jejakjambi.com, dari postingan Farel Firza (tanpa editing,red)

” Ada apa dengan RSUD Merangin…? 4 hari anak dirawat, 2 kali hasil Lab negatif DBD, dan hari ke 4 sdh disuruh plg..Smpai dirumh panas badan si anak naik lagi dan tidak turun2 sampai pagi tadi, dan bintik2 merah mulai timbul, penasaran dgn hasil Lab RSUD maka kami bawa anak ke ASSYRIA Laboratorium & Klinik, dan hasilnya sangat mengejutkan anak kami positif DBD,” Begitu status yang terlihat diakun facebook Farel Firza.

Lain Farel Firza lain pula status facebook postingan akun Atuk Sarahim, dalam satusnya tersebut Atuk Sarahim mengatakan (dikutip tanpa editing,red)

” wanita yang terbaring ini bernama Suryani, dia teman saya sewaktu smp dulu. Singkat cerita suryani tinggal dilorong kampar RT 31 ini, pada selasa tanggal 9 mei 2017 sekitar jam 6 pagi dibawa oleh suami dan anaknya ke RSUD Merangin dgn keluhan badan terasa lemah mungkin karena kelelahan,sebab beliau sdh beraktifitas dari jam 4 subuh membersihkan rumahnya sesampai dirumah sakit beliau masuk keruang IGD, dgn dipapah anaknya, beliau kemudian ditensi dan langsung diinpus oleh para perawat.

” menurut keterangan anaknya perawat berkoordinasi dgn dokter cuma lewat telepon,,kemudian perawat menyuntik cairan kedalam inpus suryani, selang beberapa saat setelah mendapat tindakan tersebut suryani mengeluhkan badanya terasa berat, kira kira tengah hari anggota tubuh suryani tangan dan kaki tidak bisa digerakkan lagi sampai sekarang sudah setahun lebih suryani mengalami hal ini,,dia hanya mampu berbaring  tak bisa lagi beraktivitas seperti biasanya. inilah bentuk kinerja RSUD Merangin yg kita banggakan, diisi oleh para medis yg tidak bermutu, dan spesialis yang diragukan, Mudah mudahan postingan saya ini dibaca Bupati Merangin terpilih, dan semoga pak Bupati bisa membenahi segala bentuk pelayanan di RSUD Merangin ini supaya menjadi lebih maju, Demi menuju Merangin Mantap. Semoga Suryani yg lagi terbaring diberi kekuatan oleh Allah SWT,” Begitu Status yang terlihat, tanpa adanya editing.

Dari dua postingan tersebut, jejakjambi.com coba mendatangi kediaman Suryani, beberapa waktu lalu. Setiba dikediamanya, Suryani membenarkan apa yang diceritakan di facebook akun Atuk Sarahim tersebut.

” Saya sudah tidak mempersoalkan apa yang saya alami ini, namun yang saya sayangkan lambanya penanganan atas derita yang saya alami saat itu, hingga sampai sekarang saya masih terbaring lemas tak mampu kembali beraktivitas seperti semula,” Timpalnya kepada jejakjambi.com.

Masih dikatakan Suryani, jika saja saat itu penanganan RSUD Adbunjani Bangko dilakukan secara cepat, mungkin keadaan saya tidak begini. ” Ya, karena menurut dokter di padang, jika persoalan saya ditangani cepat, mungkin keadaan saya tidak begini,” Jelasnya.

Lalu bagaimana tanggapan Berman Saragih, yang tak lain Direktur utama RSUD Adbunjani Bangko, atas kedua postingan tersebut.

Melalui sambungan ponsel orang nomor satu di tubuh RSUD Adbunjani Bangko ini mengatakan, untuk persoalan postingan Farel Firza, pihaknya berharap terhadap keluarga pasein untuk segera datang ke RSUD dan membawa bukti hasil laboratorium, yang katanya berbeda.

 “Kalau memang ada perbedaan, besok temui saya ke kantor. Dan bawa sekalian check labor rumah sakit yg mengatakan ada perbedaan tersebut.” Ujarnya.

Sedangkan terkait persoalan Suryani, kembali Berman mengatakan, pelayanan seperti apa maksudnya . ” Sudah gini aja, silakan keluarga pasien korban datang menghadap saya, untuk membicarakan persoalan yang dikeluhkan,” Timpalnya. (*)

KONTRIBUTOR : Adhe
EDITOR : Chatur

 






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here