GAWAT…! Darmawan Siap Bongkar SPJ Fiktif Ratusan Juta, Hingga Tudingan Oknum Jaksa ‘Inisial TA’ Terima Upeti…!

628
Darmawan saat masih menjalani sidang kasus pejero sport beberapa waktu silam/Ist

MERANGIN,- ” Sudah jatuh tertimpah tangga”. Begitu setidaknya yang dirasakan Darmawan, yang tak lain terpidana kasus pajero sport Merangin 2015, yang hingga kini masih menjalani sisa masa hukuman-nya di Lembaga Permasyarakatan (Lapas), Bangko.

Betapa tidak, selain dirinya sudah dijebloskan di Lapas Bangko, atas delik kasus yang menjeratnya, Ia pun harus merelahkan status abdi negara yang melekat padanya ‘dicopot’ imbas dari vonis hakim yang dijatuhkan kepada-nya.

Tak ingin larut sendiri disisa masa hukuman yang dijalani-nya, beberapa waktu lalu kepada jejakjambi.com, Darmawan justru ‘berkoar’ siap membongkar berbagai persoalan yang mendera Sekretariat DPRD Merangin, selama dirinya duduk sebagai Bendahara Keuangan Sekretariat DPRD Merangin kala itu.

Mulai dari dugaan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Fiktif dengan angka ratusan juta rupiah, ‘fee – fee’ sejumlah proyek di Sekretariat DPRD Merangin, hingga adanya oknum jaksa Merangin yang menerima Upeti dengan angka ratusan juta rupiah, saat dirinya duduk sebagai bendahara keuangan Sekretariat DPRD Merangin, terhitung Juli 2015 – 31 Desember 2016.

” Bagi saya sudah tidak ada guna menutupi berbagai kebocoran yang terjadi ditubuh Sekretariat DPRD Merangin saat ini. Saya sudah dipenjara, dan saya juga sudah dicopot dari status PNS saya baru – baru ini.

”  Yang jelas berbagai ‘kebocoran’ yang terjadi selama saya duduk sebagai bendahara Sekretariat DPRD Merangin akan segera saya bongkar. Mulai dari Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif dengan angka ratusan juta rupiah, adanya sejumlah pejabat dan staf sekretariat  DPRD yang menerima fee disejumlah proyek ditubuh sekretariat DPRD. Dan yang lain-nya, terkait adanya oknum jaksa yang menerima upeti, atas delik kasus Bimtek sejumlah anggota DPRD Merangin 2009-2014 dengan angka ratusan juta rupiah yang saat itu tengah di dalami Kejari Merangin. Istilah-nya uang pengamanan-lah.

” Dan semua itu saya tahu, dan akan saya bongkar dalam waktu dekat,” Beber Darmawan panjang lebar bertutur saat disambangi, jejakjambi.com di Lapas Bangko, Sabtu, (5/1), atau sekitar pukul 10.30 WIB.

Lalu Siapa saja oknum yang dimaksud? Menanggapi pertanyaan tersebut, Darmawan baru melontarkan nama inisial saja terhadap ‘oknum – oknum’  yang ditudingkan-nya.

Untuk urusan penerima fee proyek, di berbagai proyek yang ada ditubuh sekretariat DPRD Merangin saat itu, tak lain pejabat berinisial NA, dan staf inisial IS, inisial JA, dan Inisial NU.

” Fee proyek yang mereka dapat dari sejumlah proyek di tubuh sekretariat DPRD Merangin, mulai  dari 1 – 2 persen, hingga margin 10 persen disetiap anggaran proyek,” Jelasnya.

Sedangkan oknum jaksa Merangin, yang dituding menerima upeti tak lain berinisial TA, dimasa kepemimpinan Kejari Merangin inisial SR.

” Dan upeti yang diterima jaksa berinisial TA tersebut tak kurang dari Rp 120 Juta rupiah, atas perintah dari inisial NA yang kala itu menjabat sebagai sekretaris DPRD, dan inisial YU saat itu menjabat sebagai Kabag Keuangan.

” Jelas uang tersebut diperuntuhkan untuk menutup kasus Bimtek DPRD Merangin yang di lidik Kejari Merangin waktu itu. Dan uang tersebut diserahkan oknum inisial BU (staf Sekretariat DPRD Merangin kala itu, red), terhadap oknum jaksa berinisial TA,” Terang Darmawan.

Lalu apakah berbagai tudingan ini, akan dilaporkan terhadap aparat hukum terkait? Atas hanya untuk memberikan shock terapy belaka? Lagi lagi menanggapi pertanyaan tersebut, Darmawan  mengatakan, tentu berbagai persoalan ini, akan Ia dilaporkan.

” Saat ini, saya masih terus mengumpulkan berbagai Barang Bukti (BB) atas berbagai ucapan yang saya lontarkan hari ini. Dan setelah data tersebut lengkap, barulah berbagai kasus yang terjadi akan saya bawa ke rana hukum,” Tegas Darmawan.(*)

REPORTER : Chatur























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here