Forwam Kecam Sikap Petugas SPBU..! Dan Begini Jawaban Bambang Sang Pengawas SPBU Atas Insiden Tersebut?

784
Ilustrasi/Ist

MERANGIN,- Kasus dugaan keras pelarangan liputan, hingga dugaan ancaman yang menimpa Jurnalis TV One, Riko (45), dan terjadi, Jumat, (25/5), di SPBU Tambang Baru, Tabir Lintas, Merangin, mendapat sorotan organisasi profesi wartawan, yang ada di Bumi Merangin.

Tak heran, jika kasus yang diduga dilakukan salah satu pengawas SPBU setempat, yang belakangan diketahui bernama Bambang tersebut, cukup disayangkan Nazarman, yang tak lain Ketua Forum Wartawan Merangin (Forwam).

”  Apalagi yang saya tahu dari kronologis yang disampaikan korban Riko, sebelum dirinya melakukan liputan dirinya (Riko,red) sudah terlebih dulu meminta izin terhadap security SPBU setempat. Makanya saya cukup heran, kok bisa insiden tersebut terjadi,” Timpal Nazarman.

Seperti dikatakan Nazarman, sesuai Undang Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999, tentang pers pasal 8, jika ‘dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum’.

Bahkan dalam penjelasanya, sesuai dengan BAB VIII ketentuan pidana pasal 18, menyatakan dalam butir 1, ‘ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).’   

” Saya berharap kejadian seperti ini,tidak kembali terjadi di Merangin. Dan karena persoalan ini, sudah dilaporkan terhadap pihak berwajib. Kami yakin dan percaya Polres Merangin, akan bekerja profesional dalam mensikapi kasus ini,” Jelas Nazarman.

Sementara itu, Bambang yang  tak lain terlapor dalam kasus ini, saat dikonfirmasi jejakjambi mengaku, sebelumnya dirinya sama sekali tidak menghalangi adanya liputan salah satu jurnalis TV One tersebut di SPBU Tambang Baru, Tabir Lintas, Merangin, waktu itu.

” Namun, karena Jurnalis TV One itu, coba mengambil gambar terlalu dekat dengan nozzle (alat tuang BBM,red), saya pun sempat beberapa kali mengingatkan untuk tidak terlalu dekat mengambil gambar, karena saya khawatir akan terjadinya ledakan imbas dari bahan elektronik berupa kamera yang terlalu dekat dengan mesin pompa SPBU,” Terang Bambang via ponsel.

Dan peringatan yang dilontarkan itu lanjut Bambang, sepertinya tidak digubris jurnalis TV One.” Makanya saya sempat mendorong kamera jurnalis TV One tersebut, hingga tertutup. Dan dalam peristiwa tersebut tidak ada perampasan kamera (seperti pemberitaan salah satu media online lokal,red). Saya akui hanya mendorong kamera untuk dimatikan karena terlalu dekat dengan nozzle ,” Jelasnya.

Masih dikatakan Bambang, dirinya  menyadari jika apa yang Ia lakukan terhadap jurnalis TV One tersebut, sudah dilaporkan jurnalis TV One  terhadap pihak berwajib dalam hal ini Polres Merangin.” Saya siap kok berproses hukum, jika memang saya salah,” Singkatnya.(*)

REPORTER : Rabu Iskandar
EDITOR : Chatur






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here