fee Proyek 10 Persen dari Rekanan, Penyebab Bupati Muara Enim OTT KPK

179
Kantor Bupati Muara Enim/Ist

JEJAKJAMBI.COM,JAKARTA,- Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan awal mula kasus yang menyebabkan Bupati Muara Enim, Sumsel, Ahmad Yani di-OTT. Basaria mengatakan kasus bermula awal tahun 2019.

Ketika itu Dinas PUPR Muara Enim melaksanakan pengadaan pekerjaan fisik berupa pembangunan jalan untuk tahun anggaran 2019. Namun dalam pelaksanaannya pengadaan tersebut diduga terdapat syarat pemberian commitment fee sebesar 10% sebagai syarat terpilihnya kontraktor pekerjaan.

“Diduga terdapat permintaan dari Ahmad Yani selaku Bupati Muara Enim dengan para calon pelaksana pekerjaan fisik di Dinas PUPR Muara Enim,” kata Basaria di Kantor KPK, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Ahmad Yani diduga meminta kegiatan terkait pengadaan dilakukan satu pintu melalui Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Muara Enim Elfin Muhtar. Robi Okta Fahlefi selaku pemilik PT Enra Sari, perusahaan kontraktor yang bersedia memberikan commitment fee 10%, juga mendapat 16 paket pekerjaan senilai Rp 130 miliar.

“Pada tanggal 31 Agustus 2019 Elfin Muhtar meminta kepada Robi agar menyiapkan uang pada hari Senin dalam pecahan dollar sejumlah ‘Lima Kosong-kosong’,” ujar Basaria.(*)

SUMBER : detik.com
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here