F-BPM Intip PAD Alat Berat Merangin “ Terjun Bebas”

116
Ilustrasi/Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM – Sistem pengelolaan jasa sewa alat berat, yang ada ditubuh Dinas PU Merangin, sepertinya tak kunjung membaik.

Hampir dari tahun – ketahun, indikasi sulitnya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), dari jasa sewa alat berat tersebut, terus menjadi persoalan yang tak kunjung berakhir.

Tak hanya berkutak soal sulitnya menembus PAD,  namun beberapa tahun lalu, dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan jasa sewa alat berat, ditubuh Dinas berlogo baling – baling tersebut sempat memakan korban, hingga kasusnya berujung pengadilan.

Tak hanya dijerat hukuman setimpal, tersangkanya yang saat itu tak lain Salman Ayub juga dipecat sebagai abdi negara. Nah, akankah  hal miris tersebut kembali akan terjadi di Merangin ditahun 2017 ini. Ilustrasi sederhana tersebut, di gelontorkan ketua Forum Bersama Peduli Merangin, dibawah koordinartor Masroni, kepada jejakjambi.com, Selasa, (18/7), sekitar pukul 15.00 WIB.

Ungkapan “Pil pahit” yang digelontorkan  Masroni kali  ini, bukan tanpa dasar. Pasalnya, hingga Juli 2017 dari  Rp 800 Juta target PAD dari pengelolaan sewa alat berat tersebut, terintip pihaknya jika hingga saat ini, UPTD alat berat dibawah pimpinan Mustarhadi tersebut baru mampu mengumpulkan PAD sewa alat berat senilai Rp 101 Juta.

Padahal lanjut pentolan FBPM ini, lewat APBD Merangin 2017, Pemkab Merangin, sempat menggelontorkan dana tak kurang Rp 1,4 Miliar, sebagai biaya operasional alat berat, mulai dari perbaikan hingga suku cadang alat berat. Harapanya, tentu agar target PAD dari alat berat, bisa over target.

“ Namun kondisi hari ini, sangat memilukan tentunya. Kondisi PAD Merangin baru tercatat Rp 101 Juta.  Apakah pencapaian ini ril, atau justru kembali ada indikasi tak beres pada pengelolaan sewa alat berat. Persoalan ini, tentu perlu ditelusuri lebih jauh,” Kritisi Masroni.

Lebih dari itu lanjut Masroni, jika melihat kondisi alat berat Merangin yang terus bergerak, diberbagai kegiatan, hingga mungkin yang terakhir  kegiatan taman Bunga Garden Pematang Kandis, pihaknya, mensinyalir ada permainan – permainan ‘nakal’, hingga PAD Merangin terjun bebas seperti ini.

” Kita akan telurisi persoalan ini, jika memang nanti dari hasil temuan F-BPM ada indikasi tak sehat dalam pengelolaan sewa alat berat tersebut, maka bukan tidak mungkin F-BPM menjadi orang pertama yang akan membawa persolan ini ke rana hukum ,” Tegas Masroni tak main – main.

Sementara itu, data lain yang berhasil dihimpun jejakjambi.com,  sedikitnya tak kurang dari 15 alat berat berbagai jenis, dalam kondisi ready, dan siap digunakan untuk disewakan kapan saja.

Sementara itu, Mustarhadi yang tak lain kepala UPTD alat berat Dinas PU Merangin, masih belum berhasil dikonfirmasi terkait PAD sewa alat berat yang terkesan amburadul, hingga berujung PAD Merangin yang menjadi korban.

Ponsel Mustarhadi dinomor 0812125695XX, yang katanya merupakan salah satu pejabat Merangin yang cukup dekat dengan orang nomor satu di Merangin, masih bernada tidak aktiv saat coba ingin dikonfirmasi jejakjambi.com. (*)

REPORTER : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here