Empat Kali Disurati, Pemilik Billboard Reklame Tak Berizin Bungkam..?

279
Jangcik Mohza/Ist

MERANGIN,- Bangunan billboard atau jasa reklame, yang melintang di jalan nasional, kawasan pusat Kota Bangko hingga kawasan  Sungai Ulak, hingga kini masih terus menuai persoalan.

Apalagi sejauh ini, Pemkab Merangin melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTS-TK) Merangin, sudah memastikan jika ke-enam bangunan reklame tersebut, jelas berdiri tanpa adanya izin resmi yang dikeluarkan pihak perizinan Merangin.

Seperti ditegaskan Jangcik Mohza yang tak lain orang nomor satu ditubuh DPMPTS, hingga saat ini tak satu pun bangunan billboard reklame yang melintang di jalan utama tersebut, memiliki izin resmi.

Enam bangunan billboard reklame ilegal tersebut tak lain, milik Rudi (dengan nama perusahaan yang belum diketahui, red).

Kemudian Muhazir dengan nama perusahaan CV Yoehaz Advertising, Hasikin CV Gitaka dan terakhir Muchtar dengan nama perusahaan CV Bintang Jaya.

“ Dan ke-enam bangunan, yang tak lain milik empat perusahaan tersebut setidaknya empat kali kita surati, atau teguran,” Ungkap Jangcik Mohza kepada jejakjambi.com baru baru ini. 

Hal ini dilakukan pihaknya, sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RI Nomor : 20/PRT/M/2010 tentang pedoman pemanfaatan penggunaan bagian bagian jalan pasal 4 ayat (3) pasal 5 ayat (1,2,3 dan 4) dan pasal 18 ayat (3) menyatakan, bahwa kontruksi  bangunan iklan dan media informasi tidak boleh berupa portal dan atau jenis kontruksi lainnya yang melintang diatas jalan, yang khusus dimaksudkan untuk iklan dan media informasi.

“ Namun sampai saat ini, ke-empat pihak perusahaan yang tak lain pemilik enam bangunan billboard reklame tersebut, masih belum memberikan tanggapan terkait surat yang kita layangkan. Sejatinya, persoalan ini bukan tidak kita sikapi,” Jelas Jangcik.

Terkait subtansi surat yang dilayangkan lanjut Jangcik, pertama meminta pihak ketiga segera mengurus izin bangunan billboard reklame yang suah dibangun, atau justru segera membongkar bangunan reklame  lantaran berbenturan dengan aturan.

“ Dan benar jika hingga saat ini, beberapa kali surat yang kita layangkan sama sekali belum ditanggapi pihak ketiga tersebut,” Tegas Jangcik Mohza. (*)

REPORTER : Chatur






LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here