Dugaan Tak Beres Proyek Hall Pemda Terus Bergulir…! Zaidan Vs Muzakir Saling Adu Argumen Dilokasi Proyek?

42
Zaidan Ismail Ketua DPRD Merangin membelakangi kamera/jejakjambi.com

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Dugaan tak beres, pada pekerjaan renovasi proyek Hall Pemda Merangin, akhirnya sampai juga ‘ditelinga’ orang nomor satu ditubuh Legislatif Merangin.

Tak heran, Selasa, (20/2), atau sekitar pukul 14.15 WIB, Zaidan Ismail Sang Ketua DPRD Merangin, ditemani beberapa ajudanya, nampak melakukan pemantauan secara langsung ke lokasi proyek Hall Pemda Merangin, yang sebelumnya diklaim Dinas PU Merangin, jika proyek lewat anggaran dana APBD Merangin senilai Rp 1,1 Miliar tersebut, sudah rampung dikerjakan.

Setibanya dilokasi Hall Pemda Merangin, awalnya Zaidan nampak ‘tak gusar’ dengan proyek yang dikerjakan rekanan CV Payo More Rawang, dan konsultan proyek CV Bhakti Paramuda, lantaran menilai seperti tidak ada yang salah atas pekerjaan proyek tersebut.

Namun saat memantau titik fokus lapangan utama Hall Pemda Merangin, terlihat raut muka Zaidan sedikit berubah merah, lantaran dirinya menilai jika titik utama lapangan Hall Pemda Merangin yang dipasang, sama sekali bukan menggunakan finil, seperti yang dikatakan Muzakir sang Kabid.

” Ini bukan finil, ini karpet tebal. Wajar jika Hall Pemda Merangin ini tidak bisa difungsikan warga usai dibangun,” Ungkap Zaidan sembari dengan mudah membalik balikan bahan yang diklaimnya karpet tersebut.

Melihat sesuatu yang dirasa janggal, Zaidan pun coba menghubungi Kabid PU Cipta Karya Muzakir, melalui ponsel, dan meminta agar Sang Kabid segera menuju ke Hall Pemda Merangin, yang diklaim pihak Dinas PU Merangin, sudah tidak ada persoalan.

Tak lama berselang, terlihat Muzakir datang bersama Andi yang disebut – sebut sebagai PPTK Proyek. Melihat Muzakir datang, Zaidan pun seperti tidak mampu menahan bibirnya untuk berkata keras.

” Mana finil yang kau bilang, ini karpet bukan finil. Wajar jika Hall Pemda ini tidak bisa digunakan warga usai direnovasi. Kalau memang spesifikasinya Finil, ya dipasang finil lah, kalau ini jelas karpet, Ini enggak beres. Bahan ini, licin dan tak dapat digunakan untuk bermain badminton. Masak kamu sebagai Kabid tak bisa membedakan mana karpet mana finil,” Ungkap Ketua DPRD Merangin dengan nada sedikit tinggi saat sudah berhadapan dengan Muzakir.

Melihat Ketua DPRD Merangin yang secara tiba tiba menaikan ‘nada bicaranya’ setiba dirinya dilokasi proyek, Sang Kabid Muzakir pun coba menenangkan Ketua DPRD Merangin yang terlanjur terlihat emosi.

” Sabar Bang, sabar Bang, jangan marah – marah dulu, finil itu banyak macamnya, dan ini finil bukan karpet seperti yang abang tudingkan,” Timpal Muzakir coba meluruskan persoalan.

Namun sayang jawaban Muzakir, bukan malah membuat ketua DPRD Merangin merendahkan nada bicaranya, justru semakin menguat.” Hei, Kau mau lapor kemana saja, tetap orang akan bilang ini karpet, bukan finil. Ini namanya Mark Up Proyek. Cepat ganti ini dengan finil, jika kalian tak ingin terbuang (masuk penjara,red),” Tukasnya kembali dengan nada tinggi dan meninggalkan lokasi proyek.

Saat dikonfirmasi ulang ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail, meminta terhadap Dinas PU Merangin untuk segera mengganti karpet yang terpasang sesuai dengan spesifikasi proyek.” Ya, saya minta karpet itu dibongkar dan pasang finil, sesuai dengan spesifikasi. Itu pinta saya, agar proyek tersebut tidak menuai persoalan hukum dikemudian hari. Hal yang terpenting, saat proyek ini rampung dikerjakan, warga segera bisa menggunakan fasilitas tersebut. Bukan seperti saat ini, usai dibangun malah tidak bisa digunakan, kan lucu ada apa dengan proyek tersebut,” Harapnya. (*)

REPORTER : Chatur






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here