Dugaan Pungli Kinerja BPN, Hingga Penyangkalan Tudingan…!

175
suasana berlangsungnya jumpa pres di BPN Merangin/Dok jejakjambi.com

MERANGIN,- Dibalik adanya beberapa laporan dugaan Pungutan Liar (Pungli), yang menerpa  Badan Pertanahan Nasional (BPN), Merangin akhir – akhir ini, sepertinya sama sekali tidak menyurutkan langkah BPN Merangin guna menyangkal keras tudingan demi tudingan yang dilontarkan terhadap salah instansi vertikal ini .

Melalui jumpa perss yang berlangsung di kantor BPN Merangin, Selasa (24/7), atau sekitar pukul 15.00 WIB, Anggasana Siboru, yang tak lain orang nomor satu dikantor pertanahan Merangin ini, ‘kuekue’ menyangkal keras tudingan demi tudingan Pungli yang disematkan terhadap kantornya tersebut.

” Sama sekali tidak ada Pungli, dalam ke-pengurusan pembuatan sertifikat prona, selain anggaran Rp 200 ribu paling tinggi, sesuai dengan ketentuan SK Tiga Menteri.

” Bahkan ada dalam suatu desa, kepengurusan sertifikat prona ini, justru hanya bermodalkan materai 6 ribu saja,” Beber Anggasana Siboru, yang didampingi pejabat BPN lainnya Dwi Sugiharto dan Mulyono, saat jumpa press berlansung.

Kendati menyangkal tudingan tersebut, namun pihak-nya tidak menapik jika sebanyak 5 oknum BPN Merangin, saat ini, justru tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Merangin, terkait laporan dugaan Pungli pembuatan sertifikat Restan yang terjadi di Desa Rawajaya, Tabir Selatan.

” Ada lima oknum BPN, yang saat ini menjalani pemeriksaan atas laporan dugaan Pungli pembuatan sertifikat Restan. Sejauh ini, 5 oknum BPN yang diperiksa dalam kasus tersebut, masih berstatus sebagai saksi,” Jelasnya lagi.

Sekedar untuk diketahui, dari informasi yang di dapat BPN Merangn, program sertifikat prona Merangin dua tahun terakhir, terbilang cukup ‘wah’, jika di lihat dari kuota yang terkucur.

Untuk 2017, BPN Merangin mendapatkan kuota sertifikat prona hingga menembus angka 15 ribu, sedangkan 2018 BPN Merangin kembali mendapatkan kuota yang jauh lebih besar dibanding tahun 2017, yakni diangka 17 Ribu.

Ditempat berbeda, Fitri yang tak koordinator Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI), Merangin, yang beberapa waktu lalu sempat melaporkan dugaan Pungli atas pembuatan sertifikat prona di Desa Simpang Limbur, Pamenang Barat, menyatakan, silakan saja BPN menyangkal tudingan tersebut.

” Kami yakin aparat polres Merangin akan bekerja profesional dalam menindak-lanjuti laporan-nya, guna membongkar dugaan Pungli demi Pungli yang diduga kuat terjadi di BPN Merangin,” Tandasnya. (*)

REPORTER : Rabu Iskandar
EDITOR : Chatur

 






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here