Dugaan Pelecehan Seksual, Seret Nama Pucuk Pimpinan Kantor Mandiri Micro Business Cluster Bangko. Benarkah Kasus Tersebut Terjadi..?

793
Potret Kantor Mandiri Micro Business Cluster Bangko/Dok jejakjambi.com

MERANGIN,- Kasus dugaan pelecehan seksual, yang menyeret nama Ahmad Khairul Umam Alias (AKU), yang tak lain pucuk pimpinan Kantor Mandiri Micro Business Cluster Bangko, dirasa cukup menyita perhatian publik.

Benarkah kasus tersebut terjadi, dengan korban Meli yang belakangan diketahui merupakan bawahan-nya, saat inisial AKU kala itu, masih duduk sebagai pimpinan Bank Mandiri Mitra Usaha KCP Hitam Ulu.

Lalu bagaimana kasus tersebut terjadi? Seperti dirilis dari media online fokusinfo.com, jika kasus yang menimpa Meli berawal dari permintaan pucuk pimpinan-nya kala itu, agar korban Meli mau membuka pakaian-nya, dengan diimingi inisial AKU, akan karir terhadap korban Meli.

” Pak Umam bilang kepada saya, hubungan bawahan dengan atasan biasa begitu. Dia juga pernah mencontohkan kepada saya bahwa Bank-bank lainnya sekaligus menyebut nama pimpinan bank yang biasa meminta bawahannya melayani pimpinan. Saya kukuh tidak mau. Mungkin karena itu saya dimintanya menulis surat pengunduran diri dari Bank. Karena harga diri saya serasa diinjak injak akhirnya terpaksa saya tulis surat pengunduran diri,” Cerita Meli, seperti dilansir media online fokusinfo.com, (tanpa editing,red)

Informasi berharga tersebut, coba ditelusuri lebih jauh jejakjambi.com, dengan mendatangi kantor Kantor Mandiri Micro Business Cluster Bangko yang terletak dikawasan Sungai Ulak, Nalo Tantan, Merangin.

Sayang, setibanya dikantor tersebut atau Senin,(22/4) atau sekitar pukul 10.30 WIB, media ini hanya mendapati satu pekerja kantor tersebut berinisial SI (nama sengaja disamarkan,red), dan mengatakan jika inisial AKU sedang tidak ada dikantor, lantaran ada aktivitas di Jambi.

“ Benar, jika ada nama Meli yang bekerja dikantor Bank Mandiri Mitra Usaha KCP Hitam Ulu kala itu, saat inisial AKU masih menjabat sebagai pimpinan kantor tersebut.

“ Namun beliau (Meli,red) sudah tidak lagi bekerja dikantor itu lagi saat ini setahu saya. Dan saya tidak tahu persis apakah Meli diberhentikan, atau memang kontrak kerja-nya sudah habis dan tidak diperpanjang waktu itu,” Kata SI kepada jejakjambi.com, saat dibincangi.

Meski sudah dua jam menunggu dikantor tersebut, dengan harapan bisa mendapatkan nomor ponsel inisial AKU guna dikonfirmasi atas tudingan tersebut, namun harapan untuk mendapatkan nomor ponsel sang pucuk pimpinan tak juga didapat.

Bahkan salah satu karyawan setempat yang belakangan diketahui berinisial RA, hingga salah satu operator bank setempat dan mengaku bernama Melita, juga enggan memberikan nomor ponsel AKU dengan alasan yang tak begitu jelas. “ Wah, kalau nomor telp beliau kami enggak bisa kasih, maaf pak ya,” Kata Melita.(*)

REPORTER : Edo Guntara
EDITOR : Chatur





LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here