Dugaan Markus Oknum Kejari Sarolangun Berinisial DS, Berujung Aksi Demontrasi Sejumlah LSM…Waduh Serius Amat Coy?

46
Kantor Kejari Sarolangun/foto jejakjambi.com

SAROLANGUN,JEJAKJAMBI,- Dugaan aksi nekat oknum Jaksa Sarolangun berinisial DS yang dituding terlibat dalam jual beli kasus Alias (Markus), atas kasus Rozi Cs yang diamankan pihak kepolisian, sekitar empat bulan lalu, lantaran terlibat kasus pencurian dua unit komputer alat berat milik Herry Chandra alias Atek, kian bergulir kencang.

Kendati demikian, pucuk pimpinan Adhiyaksa Sarolangun Ikhwan Nul Hakim sempat menyangkal keras dan meyakini jika kabar ‘tak sedap’ yang mendera salah satu oknum jaksa-nya tersebut sangat tidaklah benar.

Disinyalir penyangkalan keras tersebut, justru menjadi pemicu sejumlah organisasi kemasyarakatan coba mempertanyakan persoalan tersebut lewat aksi demontrasi yang akan digelar, Kamis, (2/11), didepan kantor Kejari Sarolangun.

Aliansi Masyarakat Peduli Sarolangun-Jambi (AMPS-J), yang tak lain gabungan dari LSM LPPNRI, FORCIN dan LSM FPK. AMPS-J, dikabarkan akan menyuarakan ihwal berbagai persoalan hukum, yang salah satunya tak lain terkait dugaan jual beli kasus, yang diduga melibatkan oknum jaksa berinisial DS tersebut.

“ Yang jelas Kajari Sarolangun kami minta jangan coba-coba melindungi bawahannya. Jika memang terbukti ada oknum Jaksa terlibat jual beli kasus, maka sanksi yang cukup setimpal adalah dicopot dan dihukum sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kabiro Investigasi LSM LPPNRI Sarolangun, Achmad Shodikin, kemarin (30/10).

Selain persoalan tersebut lanjut Achmad Shodikin, pihaknya juga akan mempertanyakan kepada Kajari Sarolangun soal tugas dan fungsi Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, Pembangunan dan Daerah (TP4D). Pasalnya, Ia menduga kinerja TP4D selama ini kurang efektif.

“Juga meminta Kajari Sarolangun menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat yang masuk ke Kejari Sarolangun. Dan jika Kajari tidak menanggapi dan tidak mampu menindaklanjuti tuntutan kami, maka dengan tegas kami minta Kajari Sarolangun mundur dari jabatannya,” tegasnya.

Dilain kesempatan Jaksa berinisial DS, saat coba kembali dikonfirmasi jejakjambi.com secara umum menyangkal keras jika dirinya pernah menerima uang ‘pelicin’ dari Atek (pemilik alat berat, red), agar kasus Rozi Cs dituntut lebih berat dan dua unit alat berat atek yang sejatinya untuk Barang Bukti (BB) di persidangan bisa dipinjam pakaikan.“Intinya kita gak ada jual beli kasus seperti yang ditudingkan, ” Elaknya singkat. (*)

REPORTER : Azhari
EDITOR       : Chatur






LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here