Dugaan Korupsi Dana BOS SD No 277/VI, Dilaporkan LSM Agustus Ke Mapolres Merangin

366
Ilustrasi/Ist

MERANGIN –  Bak ibarat bola salju yang terus menggeliding  dan  membesar. Begitu setidaknya  perjalanan Kasus dugaan korupsi  dana  Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan kasus dugaan penyimpangan dana Program Indonesia Pintar (PIP)  yang ditudingkan LSM Aliansi  Guru Swasta & Tata Usaha Sekolah (Agustus), Merangin terhadap Evamawati yang tak lain  Kepala Sekolah (Kepsek), SD No 277/VI, Tanjung Benuang II, Pamenang Selatan, Merangin.

Iya, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun jejakjambi.com, kasus dugaan korupsi yang menimpa  salah satu sekolah yang ada di Merangin tersebut, sudah dilaporkan pihak LSM Agustus dibawah genderang perang Taufik, ke Mapolres Merangin, beberapa waktu lalu.

” Benar untuk dugaan kasus korupsi dana BOS dan dana PIP, sudah saya laporkan ke Mapolres Merangin, guna dapat segera disikapi. Dan laporan tersebut sudah saya layangkan Jumat, (12/5),” Ungkap Taufik yang tak lain Ketua LSM Agustus, saat dibincangi, Minggu, (14/5), sekitar pukul 14.00 WIB.

Ditegaskan Taufik, kasus dugaan penyimpangan kedua aliran dana tersebut dengan sangat terpaksa dilaporkanya ke pihak aparat, lantaran pihak sekolah dalam hal ini Kepsek setempat tetap “keukeuh” merasa tidak melakukan hal tersebut .” Dan saya berharap aparat dapat cepat mensikapi laporan tersebut, agar bisa menjadi efek jera terhadap pelaku,” Tegasnya.

Sementara itu, Kepsek SD No 277/VI   Evamawati saat dimintai tanggapanya terkait laporan yang dilayangkan pihak LSM Agustus, justru memilih bungkam dibanding menanggapi laporan tersebut. Sekedar mengingatkan pembaca, ratusan juta dana Bantuan Operasional Sekolah  atau akrab dengan sebutan (BOS), sepanjang 2016, disinyalir kuat “Ditilep” Kepsek SD No 277/VI Tanjung Benuang II, Pamenang Selatan, Merangin.

Tak hanya sebatas itu saja,  dugaan lain Dana Program Indonesia Pintar (PIP), yang juga mengalir disekolah setempat tahun 2017, juga disinyalir kencang  mengalir tak wajar, terhadap anak didik disekolah tersebut.

Dugaan tak beres  yang diduga dilakukan  Kepala Sekolah (Kepsek) setempat, yang belakangan diketahui bernama  Evamawati tersebut, dibongkar Taufik yang tak lain Ketua LSM  Aliansi  Guru Swasta & Tata Usaha Sekolah (Agustus), Merangin,  kepada jejak jambi, kemarin petang.

“ Saya sudah melakukan investigasi panjang terkait persoalan tak beresnya aliran dana BOS hingga dana PIP yang dikelolah sekolah  itu. Bahkan kasus ini,  dalam waktu dekat segera akan saya laporkan terhadap aparat terkait, guna memberikan efek jera terhadap pelaku,”  Tegas Taufik.

Sedikit diuraikan Taufik, jika dana  BOS disekolah  setempat sepanjang 2016 mendapatkan kucuran dana tak kurang dari Rp 45 Juta/ triwulan, dengan jumlah siswa  SD setempat sekitar 228 siswa.  “ Dan setiap pencairan per-triwulan, dana tersebut hanya mengalir  ke sekolah tersebut senilai Rp 17 Juta, dan sisanya tak jelas kemana larinya. Dan ihwal persoalan tersebut terjadi sepanjang 2016.

“ Coba saja hitung jika dikali 4 kali pencairan dana BOS sepanjang 2016, bukankah angka dana aliran dana  BOS yang tidak jelas itu mencapai angka ratusan juta. Dan jika Surat Pertanggung Jawaban (SPJ), sesuai dengan angka dana BOS SD setempat yang diterima, itu disinyalir kuat  sudah direkayasa Kepsek setempat,”  Ungkap Taufik lagi.

Sedangkan untuk dana PIP tambah Taufik, sekolah tersebut mendapatkan kucuran dana tak kurang dari Rp27 Juta, untuk kebutuhan 82 siswa yang disetujui dalam pengajuan dana PIP. Sesuai aturan main lanjut Taufik,  untuk siswa kelas 1 SD, itu mendapatkan kucuran dana per siswa senilai Rp 225 Ribu, sedangkan siswa kelas 2 hingga kelas 6 mendapatkan kucuran bantuan dana PIP  450 Ribu. “  Nah, dari  total 82 siswa setempat yang mendapatkan dana bantuan PIP tersebut, tercatat ada sekitar 42 siswa kelas 1, sedangkan 40 siswa lagi tercatat murid kelas 2 – 6. Dan dana tersebut, dipukul rata dalam penyaluranya dimana satu siswa tanpa mengenal kelas hanya mendapatkan kucuran Rp 225 Ribu. Sisanya, lagi – lagi entah kemana larinya,” Tukasnya. (*)

REPORTER : Chatur

 







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here