Dugaan Aksi ‘Koboi’ Wabup Sarolangun Mendapat Kecaman banyak Pihak?

20
Hillalatil Badri Wabup Sarolangun/foto Ist

SAROLANGUN,JEJAKJAMBI,- Bak ibarat aksi ‘koboi’, dugaan penghaniayaan yang dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Sarolangun Hillalatil Badri, mendapat kecaman banyak pihak. Tak hanya dari politisi, kecaman pun datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hingga kalangan Mahasiswa.

Seperti dikatakan Chumaidi Zaidi, yang tak lain Sekjen DPD PDI-Perjuangan Jambi ini mengaku, cukup menyayangkan kejadian tersebut, jika memang benar adanya. Apalagi katanya, dia (Hillalatil Badri, red) merupakan Wabup Sarolangun yang masih seumur jagung.

Selain baru menjadi Wabup sambung Chumaidi, Hillalatil Badri juga dianggap tua tengganai bagi orang-orang Sarolangun, karena jabatan pemimpin yang diembanya.“Sebenarnya sangat disayangkan. Apalagi dia sekarang sudah publik figur,” terang Sekjen DPD PDI-Perjuangan Jambi, yang juga anggota DPRD Provinsi Jambi tersebut, bertutur Sabtu, (12/8).

Apakah ada sanksi partai, jika kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang menyeret nama Wabup Sarolangun, memang terbukti mengingat Wabup Sarolangun merupakan kader murni milik PDI-P perjuangan? Menanggapi pertanyaan tersebut Chumaidi mengatakan, pihaknya akan melihat lebih jauh delik kasusnya terlebih dahulu.

“ Cuma yang jelas, kita sangat menyayangkan ihwal kejadian itu. Mudah-mudahan masalah ini bisa diredam oleh dia (Hillalatil Badri, red) dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” harapnya.

Tak jauh berbeda dengan pernyataan Sekjen DPD PDI-Perjuangan Jambi, Walid yang tak lain salah satu Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi yang ada di  Sarolangun juga menyayangkan tindakan Wabup Sarolangun Hillalatil Badri yang main tampar ala ‘koboi’, dan terkesan premanisme itu.

“Apakah pantas publik figur, melakukan tindakan tak terpuji sedemikian. Dan saya rasa, atas kejadian tersebut, tak sedikit masyarakat Sarolangun kecewa lantaran telah memilih sosok pemimpin dengan tipikal seperti itu,” Tuding Walid, yang saat ini cukup aktif diberbagai organisasi kampus.

Sementara itu, Kabiro LPPNRI Cabang Sarolangun, Achmad Shodikin. Kepada JejakJambi.com dirinya kembali menuturkan, agar aparat kepolisian diminta untuk betul – betul transparan serta mengedepankan profesional dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

Tak hanya itu, Achmad Shodikin juga minta Wabup Sarolangun, segera dihukum adat. “ Sebagai tengganai di rumah pemilik kos, tempat terjadinya keributan yang diduga dilakukan  Wabup, saya minta Wabup Sarolangun Hillalatil Badri segera dihukum adat. Karena Kabupaten Sarolangun, sampai saat ini masih menjunjung tinggi nilai – nilai adat itu ,” tegasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Kasus dugaan tindak kekerasaan yang diduga dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Sarolangun Hillalatil Badri, terhadap Almayusnita yang tak lain, istri siri adik kandung-nya tersebut, terbongkar sudah.

Bahkan tindak kekerasan main tampar yang diduga dilakukan Wabup Sarolangun Hillalatil Badri terhadap Almayusnita itu, terjadi dikos-kosan berlogo Tiga Putra milik Adam, kawasan Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, Selasa, (8/8), atau sekitar pukul 23.00 WIB. (*)

REPORTER : Azhari
EDITOR      : Chatur

 

 













LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here