Dr H Al-Haris : “Warga Tak Perlu Panik, Rapid Test Tak Bisa Jadi Rujukan Pasti Corona” Dan Ini Beda Rapid Test dan Swab Test

387
Bupati Merangin Dr H Al- Haris saat memberikan keterangan pers/Ist

MERANGIN,- Kabar duka adanya dua warga Merangin yang ditenggarai positif corona dari hasil raped test, menyulut ’empati’ Bupati Merangin Dr H Al-Haris.

Dalam keterangan pers yang berlangsung, Jumat, (09/04/2020) diposko utama penanganan covid -19 kantor Dinkes Merangin, atau sekitar pukul 09.30 WIB, Bupati Merangin kembali memberikan imbauan terhadap warga Merangin untuk tidak panik, dengan kabar tersebut.

BACA JUGA : Kinerja Petugas Kesehatan Merangin Diuji..! Hasil Rapid Test, Dua Warga Positif Corona..?

“ Kedua warga Merangin yang terindikasi positif corona dari hasil rapid test tersebut saat ini sudah diisolasi di RSUD Adbujani Bangko. Itu yang pertama,” Timpal Bupati Merangin, didampingi Juru Bicara (Jubir) penanganan corona Merangin M Arief, dan direktur utama RSUD Kol Adbunjani Bangko Berman Saragih.

Selanjutnya tambah orang nomor satu di Merangin ini, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak penanganan covid-19 di Provinsi Jambi, untuk melakukan serangkaian tes lagi terhadp dua warga Merangin tersebut.

“  Rapid test tidak bisa jadi rujukan positif corona. Makanya kita akan melakukan tes uji swab terlebih dahulu.

” Nah karena medis kita belum memiliki alat tersebut, makanya kita tengah berkoordinasi dengan pihak provinsi. Apakah kedua warga Merangin tersebut akan kita antar ke Jambi, atau justru tim medis kita yang akan membawa kedua warga tersebut ke Jambi. Demi memastikan itu semua,” Jelasnya.

Sekedar untuk diketahui, seperti dilansir dari laman karinov.co.id menjelaskan tidak sedikit orang menganggap rapid test sebagai cara mendiagnosis seseorang apakah orang tersebut positif terinfeksi virus corona atau tidak. 

Masyarakat awam belum banyak mengetahui dua perbedaan tes coronavirus tersebut. Agar mereka memahami secara detail simak perbedaan kedua tes tersebut.

Berikut ini beberapa perbedaan mendasar antara rapid test dan PCR (swab test) yang harus kita pahami.

Virus Corona Covid-19Penampakan Virus Corona baru (Covid-19). (Foto: NIAID flickr)

Rapid Test

  • Parameter uji: Imunoglobin dalam darah
  • Keluar hasil: Hitungan menit
  • Akurasi: Tidak akurat
  • Sarana uji: Bisa di mana saja

Swab Test

  • Parameter uji: DNA virus corona
  • Keluar hasil: 2-7 hari
  • Akurasi: Sangat akurat
  • Sarana uji: Harus laboratorium BSL 2

Manfaat Tes

Keduanya sama-sama digunakan untuk menguji virus corona, nyatanya fungsi rapid test dan swab test sangat berbeda. Rapid test merupakan tes (secara massal) yang berfungsi untuk screening potensi kasus positif virus corona di masyarakat. Sementara, swab test berfungsi sebagai standar diagnostik virus corona yang dianjurkan WHO (World Health Organization).

Metode dan alat

Pada rapid test, metode pengujian dilakukan secara massal dengan menggunakan sampel darah. Sampel darah kemudian dicek menggunakan Rapid Test Kit (alat tes darah berbentuk mirip alat tes kehamilan) untuk melihat adanya reaksi antibodi (zat imunoglobulin) yang terbentuk ketika terserang virus

Sedangkan pada swab test (uji kerik), metode pengujian dilakukan dengan menggunakan sampel swab spesimen dari tenggorokan, mulut atau hidung. Setelahnya, akan dilakukan serangkaian tes pada sampel swab tersebut menggunakan metode bernama PCR (Polymerase Chain Reaction). 

Dengan metode ini, dapat terlihat melihat ada atau tidaknya DNA virus corona pada sampel tersebut. Uji PCR ini juga sudah digunakan luas untuk mendeteksi berbagai penyakit infeksius seperti Hepatitis, virus HIV, dan TBC.

Lama Pengujian

Lama pengujian rapid test tergolong singkat. Umumnya hasilnya dapat diketahui sekitar 10-15 menit setelah pengujian. Sedangkan pada swab test, lama pengujian memerlukan beberapa hari karena rumitnya rangkaian tes yang perlu dilakukan.

Akurasi Hasil Tes

Hasil rapid test tergolong tidak akurat jika dibandingkan dengan swab test. Sebab, antibodi tidak langsung terbentuk meski kita telah terinfeksi virus Corona. Pembentukan antibodi butuh waktu setidaknya 7 hari sejak terinfeksi.

Seringkali didapati hasil false negative virus corona pada rapid test. Hasil false positive pun seringkali terjadi karena antibodi dapat terbentuk karena infeksi virus lainnya pula tidak hanya virus corona. Oleh karena itu, metode ini hanya digunakan untuk screening awal virus corona saja (apabila hasilnya positif akan dilanjutkan dengan swab test untuk memastikan keakuratan hasilnya).

Tempat Pengujian

Pada rapid test, metode yang dilakukan sangat sederhana jadi bisa diuji di ruang laboratorium rumah sakit maupun puskesmas manapun.

Sedangkan, metode swab test lebih rumit jadi hanya bisa dilakukan di laboratorium berstandar Biosafety Level (BSL) 2, yang mana pekerja laboratoriumnya dilatih secara khusus oleh ahli patogenik dan ilmuwan kompeten, aksesnya dibatasi ketika pengujian berlangsung. 

Tidak hanya itu, pekerja lab ini juga harus memakai kelengkapan khusus (misalnya pekerja lab wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti baju Hazmat, masker khusus dan sarung tangan khusus agar tidak terinfeksi virus).

Jika sebelumnya swab test terpusat di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) milik Kementerian Kesehatan, kini swab test juga dilakukan di beberapa lembaga, seperti Lembaga Eijkman, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Universitas Airlangga. (*)

REPORTER : Chatur
















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here